Hari Baik Pindah Rumah Menurut Islam, Benarkah Hari Selasa Membawa Sial?

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:00 WIB
Hari baik pindah rumah menurut Islam tidak ditentukan oleh hari sial atau mitos. Simak penjelasan Buya Yahya dan dua ulama lainnya. (PINTEREST)
Hari baik pindah rumah menurut Islam tidak ditentukan oleh hari sial atau mitos. Simak penjelasan Buya Yahya dan dua ulama lainnya. (PINTEREST)

JAKARTA - Hari baik pindah rumah menurut Islam kerap menjadi pertanyaan masyarakat yang masih mempertimbangkan hari, tanggal, hingga bulan tertentu sebelum menempati hunian baru. Namun, penjelasan Buya Yahya, Ustaz Khalid Basalamah, dan Habib Husein Jafar dalam sebuah video kajian menegaskan bahwa tidak ada ketentuan hari sial untuk pindah rumah dalam Islam. Hal yang lebih penting ialah menjaga ibadah, meluruskan niat, tidak mengganggu orang lain, serta mengisi rumah dengan kegiatan yang membawa kebaikan.

Kepercayaan mengenai hari tertentu yang dianggap kurang baik untuk pindahan masih dijumpai dalam berbagai tradisi masyarakat. Hari Selasa, misalnya, kerap dikaitkan dengan kesialan. Begitu pula anggapan bahwa pindah rumah pada bulan Muharram perlu dihindari.

Padahal, menentukan waktu pindahan berdasarkan ajaran Islam perlu merujuk pada ketentuan agama, bukan sekadar kepercayaan yang berkembang turun-temurun. Tiga ulama tersebut memberikan penjelasan dari sisi amalan, hukum, hingga pengaruh keyakinan terhadap kondisi psikologis seseorang.

Baca Juga: Timnas Indonesia Berpeluang Lewati Putaran Pertama Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Alasannya

Buya Yahya Ungkap Hal Penting Saat Memasuki Rumah Baru

Buya Yahya menjelaskan bahwa tidak ada ketentuan khusus mengenai hari atau tanggal yang wajib dipilih ketika seseorang hendak pindah rumah. Masyarakat dapat menentukan waktu sesuai kebutuhan, selama kegiatan tersebut tidak mengganggu kewajiban kepada Allah maupun hak orang lain.

Salah satu hal yang disarankan ialah membaca Surah Al-Baqarah ketika menempati rumah baru. Dalam penjelasannya, Buya Yahya mengingatkan pentingnya menjadikan rumah sebagai tempat yang dipenuhi kebaikan dan dijauhkan dari kemaksiatan yang sengaja dilakukan.

Selain memperhatikan amalan, penghuni rumah juga perlu mempertimbangkan waktu pelaksanaan pindahan agar tidak mengganggu kegiatan penting. Misalnya, seseorang sebaiknya tidak memilih waktu yang membuatnya meninggalkan salat atau menghalangi kewajiban ibadah lainnya.

Begitu pula dengan kepentingan orang di sekitar. Proses mengangkut barang, memindahkan perabot, hingga kendaraan yang digunakan sebaiknya diatur agar tidak merepotkan tetangga.

Dengan demikian, waktu terbaik pindah rumah bukan ditentukan oleh hari tertentu dalam kalender. Pemilihan waktu yang tepat justru berkaitan dengan kemudahan pelaksanaan, terjaganya ibadah, dan kenyamanan bersama.

Ustaz Khalid Basalamah Tegaskan Tidak Ada Hari Sial

Pandangan mengenai hari baik pindah rumah menurut Islam juga dijelaskan oleh Ustaz Khalid Basalamah. Ia menegaskan bahwa Islam tidak mengenal konsep hari sial yang dapat mendatangkan kesialan hanya karena seseorang melakukan aktivitas pada waktu tertentu.

Menurut penjelasannya, memang terdapat hari, waktu, dan tempat yang memiliki keutamaan dalam ajaran Islam. Hari Jumat, misalnya, mempunyai keistimewaan tersendiri. Begitu pula sepertiga malam yang dikenal sebagai waktu istimewa untuk beribadah.

Namun, keutamaan tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa hari lainnya membawa kesialan. Anggapan bahwa Selasa merupakan hari buruk untuk pindah rumah, misalnya, tidak memiliki dasar yang dapat dijadikan ketentuan agama.

Ia juga menyoroti keyakinan yang menganggap bulan Muharram tidak baik untuk pindahan. Padahal, Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Karena itu, masyarakat perlu memahami ajaran agama dengan benar sebelum mengikuti kepercayaan tertentu.

Selama proses pindahan tidak melanggar syariat, kegiatan tersebut boleh dilakukan kapan saja. Masyarakat tidak perlu menunda menempati rumah baru hanya karena khawatir terhadap hari atau bulan yang dianggap membawa nasib buruk.

Baca Juga: Timnas Indonesia Berpeluang Lewati Putaran Pertama Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Alasannya

Habib Husein Jafar Soroti Pengaruh Keyakinan terhadap Psikologis

Sementara itu, Habib Husein Jafar menjelaskan bahwa keyakinan terhadap hari sial dapat memengaruhi cara seseorang memandang kejadian yang dialaminya.

Ia mengaitkan penjelasannya dengan hadis qudsi mengenai prasangka seorang hamba kepada Allah. Ketika seseorang sudah meyakini suatu hari akan membawa kesialan, ia berpotensi menjadi lebih mudah merasa khawatir dan menghubungkan berbagai kejadian biasa dengan keyakinan tersebut.

Akibatnya, persoalan kecil yang sebenarnya tidak berkaitan dengan waktu pindahan bisa terasa seperti pertanda buruk. Kekhawatiran tersebut kemudian membuat seseorang semakin sulit menjalani kegiatan dengan tenang.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk membangun prasangka baik kepada Allah atau husnuzan, disertai tawakal dan usaha yang wajar. Sikap tersebut membantu seseorang menghadapi perubahan hidup, termasuk ketika harus meninggalkan rumah lama dan memulai kehidupan di tempat baru.

Pada akhirnya, pindah rumah merupakan langkah penting yang membutuhkan persiapan matang. Selain mengatur biaya, tenaga, dan kebutuhan logistik, penghuni juga dapat menjadikan momen tersebut sebagai kesempatan membangun kebiasaan yang lebih baik.

Ketiga pandangan ulama tersebut menekankan bahwa keberkahan rumah tidak ditentukan oleh pemilihan tanggal berdasarkan mitos. Niat baik, ketaatan beribadah, perilaku penghuni, serta hubungan yang baik dengan sesama menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika memulai kehidupan di rumah baru.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Dakwah Conect
Buya Yahya Hari baik pindah rumah Habib Husein Jafar hukum pindah rumah dalam Islam Ustaz Khalid Basalamah