SIGAP: Petugas pemadam kebakaran menyemprot air ke titik-titik api yang diduga sumber kebakaran di toko bangunan, Selasa (13/10).
BLITAR KAWENTAR – Kebakaran toko bangunan UD Sadar Jaya di Dusun Gambar, Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Selasa (13/10) malam, menghanguskan seluruh isi toko beserta atap bangunan.
Insiden tersebut sempat membuat warga sekitar panik karena lokasi toko berada tidak jauh dari kawasan pasar.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran toko bangunan itu menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
Baca Juga: Timnas Indonesia Berpeluang Lewati Putaran Pertama Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Alasannya
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, titik awal api diduga berasal dari bagian tengah belakang toko, tempat terdapat tumpukan karbit dan material plastik.
Kasi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Blitar Tedi Prasojo menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui seorang warga yang melintas di depan toko sekitar pukul 19.00 WIB.
Saksi bernama Ulin Nuha melihat kobaran api dari dalam bangunan, kemudian menghubungi pemilik toko, Haji Rouf, 60, untuk memberitahukan kejadian tersebut.
Baca Juga: Remaja Tertangkap saat Curi Beras dan Telur di Nglegok, Dua Pelaku Lain Masih Diburu
Setelah menerima informasi mengenai kebakaran itu, pemilik toko segera mendatangi lokasi. Dia kemudian membuka pintu depan untuk memeriksa kondisi bangunan miliknya. Saat pintu dibuka, kobaran api ternyata sudah membumbung di bagian dalam toko.
Pemilik toko bersama warga sekitar sempat berusaha memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya.
Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan penyebaran api. Banyaknya bahan bangunan yang mudah terbakar serta struktur atap berbahan kayu diduga membuat kobaran api cepat membesar dan merambat ke berbagai bagian bangunan.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika api tidak kunjung terkendali. Sekitar pukul 19.30 WIB, warga akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan penanganan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga karena kobaran api melahap isi toko dan bagian atap bangunan.
Petugas kemudian dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus memastikan tidak ada titik kebakaran lain yang berpotensi menyala kembali.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Hancurkan Bahrain 9-0, Sinyal Bahaya untuk Rival di Piala Asia?
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan lima unit armada gabungan dari Kabupaten Blitar dan bantuan Kabupaten Tulungagung.
Proses pemadaman dilakukan bersama unsur Polsek Wonodadi, Koramil, perangkat desa, serta warga setempat.
Petugas dan unsur terkait bahu-membahu menangani kebakaran hingga api berhasil dijinakkan sepenuhnya sekitar pukul 20.30 WIB.
Baca Juga: IHSG Anjlok ke 5.907, Rupiah Tembus Rp17.926 per Dolar AS, Investor Wajib Waspada
Setelah api padam, petugas melanjutkan penanganan dengan melakukan penyisiran di area bangunan.
Pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada sisa bara maupun titik api sekunder yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Langkah tersebut penting untuk memastikan lokasi kejadian benar-benar aman setelah kobaran api berhasil dikendalikan.
Baca Juga: Marco Bezzecchi Rebut Kemenangan MotoGP Indonesia 2026, Aprilia Bikin Kejutan di Mandalika
Meski api berhasil dipadamkan dalam penanganan malam itu, dampak kebakaran cukup besar.
Seluruh isi toko dan atap bangunan dilaporkan hangus, dengan nilai kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 100 juta.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal serta keterangan para saksi, titik awal kemunculan api disinyalir berada di bagian tengah belakang toko. Di area tersebut ditemukan tumpukan bahan karbit dan material plastik.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak, WTI Tembus US$93 dan Brent Capai US$106 per Barel
Kedua material itu diduga berkaitan dengan munculnya percikan atau panas yang kemudian memicu api dan menyambar bahan bangunan lain di sekitarnya.
Meski demikian, keterangan tersebut masih berupa dugaan awal berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Tedi Prasojo menyampaikan bahwa petugas telah melakukan penyisiran dan pendinginan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api. Penanganan tersebut dilakukan setelah api utama berhasil dipadamkan.
Baca Juga: Gunung Semeru dan Gunung Ibu Masuk Daftar Teratas, Ribuan Erupsi Tercatat Sepanjang 2026
Kebakaran UD Sadar Jaya menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam penyimpanan material di tempat usaha, terutama ketika terdapat bahan yang berpotensi memperbesar dampak kebakaran. Namun, penyebab pasti kejadian ini tetap perlu merujuk pada hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Hingga penanganan di lokasi selesai, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka. Kerugian materiil ditaksir sekitar Rp 100 juta, sementara dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada tumpukan karbit dan plastik di bagian belakang tengah toko.
Petugas juga memastikan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh agar sisa panas tidak kembali memicu kobaran api. Penanganan bersama petugas gabungan dan warga akhirnya membuat kebakaran di toko bangunan tersebut berhasil dikendalikan. (jar/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari