Antrean Pertalite di Blitar Mengular hingga 4 Hari, 8.000 Liter Ludes dalam 10 Jam

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:40 WIB
Antrean Pertalite di Blitar mengular hingga 4 hari. Stok 8.000 liter di SPBU habis dalam 10 jam, warga berharap pasokan normal.(instagram)
Antrean Pertalite di Blitar mengular hingga 4 hari. Stok 8.000 liter di SPBU habis dalam 10 jam, warga berharap pasokan normal.(instagram)

BLITAR – Antrean Pertalite di Blitar mengular hingga hampir meluber ke jalan raya setelah sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami peningkatan jumlah pembeli dalam sepekan terakhir. Di SPBU Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, antrean kendaraan dilaporkan berlangsung selama tiga hingga empat hari. Meski pasokan harian mencapai 8.000 liter, stok Pertalite bisa habis dalam waktu sekitar 10 jam akibat tingginya permintaan masyarakat.

Kondisi tersebut terlihat di SPBU Nglegok dan sejumlah SPBU di wilayah Blitar Raya pada Selasa, 13 Oktober 2026. Pengendara sepeda motor maupun mobil rela mengantre panjang demi mendapatkan bahan bakar bersubsidi tersebut yang harganya dinilai lebih terjangkau dibandingkan jenis BBM lainnya.

Antrean Pertalite di Blitar Terjadi di Sejumlah SPBU

Antrean panjang tidak hanya terjadi di satu lokasi. Sejumlah SPBU di jalur Wlingi hingga Talun dilaporkan kerap kehabisan Pertalite. Ketika stok masih tersedia, pembeli harus menghadapi antrean kendaraan yang mengular.

Baca Juga: Belanja di Pasar Legi Blitar Jelang Natal, Berburu Daging Sapi hingga Oleh-Oleh untuk Keluarga

Herdia Anisa, warga Desa Plumbungan, Kecamatan Doko, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menyulitkan masyarakat yang sehari-hari membutuhkan bahan bakar untuk beraktivitas. Menurut dia, beberapa SPBU di wilayah yang biasa dilaluinya sering tidak memiliki stok Pertalite ketika didatangi.

Jika Pertalite tersedia, warga memilih bertahan dalam antrean. Namun, ketika stok habis, mereka terpaksa mempertimbangkan bahan bakar alternatif agar tetap bisa melanjutkan perjalanan.

Anisa berharap pasokan Pertalite kembali normal sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengisi bahan bakar. Dia juga berharap antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir segera berakhir.

Pasokan 8.000 Liter Habis dalam 10 Jam

Pengawas SPBU Bence Garum, Yulianto, mengatakan antrean mulai meningkat sekitar tiga hingga empat hari sebelum laporan tersebut disampaikan. Meski situasi di lapangan mengalami perubahan, pasokan Pertalite yang diterima SPBU setiap hari disebut masih berjalan normal.

Menurut Yulianto, SPBU Bence memperoleh pasokan Pertalite sebanyak 8 kiloliter atau setara 8.000 liter per hari. Namun, ketika jumlah pembeli meningkat seperti saat ini, persediaan tersebut dapat habis hanya dalam waktu sekitar 10 jam sejak pengisian stok dimulai.

Tingginya kecepatan penyerapan stok membuat pengelola harus mengatur pelayanan agar antrean tidak semakin panjang. Yulianto mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab meningkatnya jumlah pembeli Pertalite dalam beberapa hari terakhir.

Untuk sementara, pengelola menyebut pasokan BBM jenis lain masih berjalan lancar. Pertamax, solar, dan Pertamina Dex dilaporkan tidak mengalami gangguan pelayanan seperti yang terjadi pada Pertalite.

Pembelian Pertalite Dibatasi agar Antrean Terkendali

Menghadapi antrean yang hampir meluber ke jalan nasional jalur Blitar-Malang, petugas SPBU Bence menerapkan sistem pengisian secara bergantian. Dua sepeda motor dilayani untuk setiap satu mobil agar kendaraan yang mengantre dapat bergerak lebih teratur.

Selain itu, pembelian Pertalite dibatasi maksimal Rp50.000 untuk sepeda motor dan Rp200.000 untuk mobil. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mempercepat pelayanan sekaligus membantu pemerataan penyaluran BBM kepada pembeli.

Pengaturan antrean menjadi penting karena kendaraan yang menumpuk berpotensi mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU. Petugas berupaya memastikan barisan kendaraan tetap berada di area yang disediakan dan tidak menghambat pengguna jalan lainnya.

Harga Pertalite Eceran Ikut Dikeluhkan Warga

Di tengah sulitnya memperoleh Pertalite di SPBU, sebagian masyarakat memilih membeli BBM eceran ketika persediaan habis. Yusuf, warga Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, mengatakan dirinya tetap memilih mengantre selama Pertalite masih tersedia.

Namun, ketika stok kosong dan kebutuhan bahan bakar mendesak, Yusuf memilih membeli Pertalite eceran dengan harga sekitar Rp12.000 per liter. Harga tersebut dinilai masih lebih murah dibandingkan Pertamax, meski warga mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar dibandingkan pembelian di SPBU.

Dalam laporan tersebut, harga Pertalite eceran juga disebut mulai mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp12.000 per liter, sejumlah pedagang dilaporkan mulai menjualnya hingga Rp13.000 per liter.

Masyarakat berharap pasokan Pertalite di wilayah Blitar Raya segera kembali normal. Dengan demikian, pengendara tidak perlu mengantre berjam-jam atau membeli BBM eceran dengan harga lebih tinggi demi memenuhi kebutuhan perjalanan sehari-hari.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Pertalite Blitar stok Pertalite harga Pertalite eceran SPBU Bence Garum antrean BBM Blitar