Pasokan Pertalite Blitar Turun hingga Separuh, Antrean SPBU Mengular dan Polisi Dalami SOP Penjualan

Noormalady Usman • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:08 WIB
PANTAU DISTRIBUSI BBM : Kondisi penyaluran bahan bakar minyak di salah satu SPBU di wilayah Kota Blitar.
PANTAU DISTRIBUSI BBM : Kondisi penyaluran bahan bakar minyak di salah satu SPBU di wilayah Kota Blitar.

BLITAR KAWENTAR – Pasokan Pertalite Blitar mengalami penurunan hingga separuh dalam sepekan terakhir. Kondisi ini diduga menjadi penyebab antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Blitar. Jika sebelumnya pasokan Pertalite mencapai 16 kiloliter (KL) per hari, kini jumlahnya turun menjadi sekitar 8 KL per hari.

Situasi tersebut membuat pengelola SPBU harus mengatur penjualan agar ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga. Sementara itu, kepolisian bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga SPBU untuk memantau kondisi pasokan sekaligus menindaklanjuti temuan di lapangan.

Sidak yang dilakukan pada Senin (19/10) itu menyasar SPBU Kebon Rojo, SPBU di Jalan Kalimantan, serta SPBU Penataran. Dari hasil pemantauan, pengiriman Pertalite disebut masih berlangsung setiap hari. Namun, jumlah pasokan yang diterima mengalami pengurangan.

Baca Juga: Digerebek Polisi, Arena Sabung Ayam di Srengat Blitar Kosong Melompong, Ternyata Sudah 3 Hari Tak Be

Pasokan Pertalite Blitar Berkurang, SPBU Atur Jadwal Penjualan

Pengawas SPBU Kebon Rojo, Muhammad Khairul Huda, mengatakan pengiriman Pertalite ke SPBU tempatnya bertugas tidak mengalami keterlambatan. Kendati demikian, volume BBM yang diterima tidak sebanyak sebelumnya.

Menurut dia, SPBU Kebon Rojo saat ini memperoleh pasokan sekitar 8.000 liter per hari. Jumlah tersebut belum mampu memenuhi permintaan yang sebenarnya lebih besar.

“Setiap hari didrop 8.000 liter. Sebenarnya permintaan kita lebih, cuma dari sana dikasih 8.000. Makanya kita atur sedemikian rupa,” ujarnya.

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, pengelola SPBU Kebon Rojo membagi penjualan Pertalite menjadi tiga sif. Penjualan dijadwalkan mulai pukul 06.00, 14.00, dan 20.00.

Baca Juga: Pilkades Serentak Kabupaten Blitar Digelar 23 November, 30 Desa Siap Memasuki Tahap Kampanye

Setiap sif memperoleh alokasi sekitar 2.500 liter. Dengan pembagian tersebut, total BBM yang dialokasikan untuk penjualan mencapai 7.500 liter per hari.

Pengaturan jadwal itu dilakukan untuk membantu mengurai antrean sekaligus menyesuaikan penjualan dengan jumlah pasokan yang tersedia. Pengelola juga berupaya menjaga agar distribusi BBM kepada konsumen tetap berjalan di tengah berkurangnya kiriman.

Khairul menjelaskan, perubahan jumlah pasokan menjadi persoalan utama yang dihadapi SPBU. Sebelumnya, SPBU Kebon Rojo dapat menerima hingga 16.000 liter Pertalite per hari. Kini, jumlah tersebut turun menjadi sekitar 8.000 liter.

“Makanya kami atur agar ketersediaan dan konsumsi tetap berjalan,” tegasnya.

Polisi Periksa Tiga SPBU di Kota Blitar

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Blitar Kota Ipda Aristoteles Urat Natogu Sirait mengatakan, sidak dilakukan bersama Disperindag untuk memastikan kondisi distribusi BBM di sejumlah SPBU.

Baca Juga: 15 Wisata Blitar Paling Menarik, Ada Pantai Peh Pulo hingga Rumah Masa Kecil Bung Karno

Dari hasil pemeriksaan awal, pasokan Pertalite masih dikirim setiap hari. Jumlah yang diterima berada di kisaran 8 KL dari Malang.

“Jadi, dari Polres Blitar Kota bersama dengan dinas, hari ini melaksanakan sidak ke tiga SPBU. Ditemukan bahwa memang pengiriman masih tetap lancar. Jadi, setiap hari pasti ada pengiriman. Cuma dibagi rata sekitar 8 KL dari Malang,” jelasnya.

Meski pengiriman masih berjalan, polisi belum mengesampingkan kemungkinan adanya persoalan lain dalam mekanisme penjualan BBM. Pemeriksaan lebih lanjut kini difokuskan pada prosedur operasional standar (SOP) penjualan di SPBU Kebon Rojo.

Aristoteles menyebut terdapat hal yang perlu ditindaklanjuti dari hasil pemeriksaan. Namun, pihaknya belum memerinci dugaan pelanggaran yang dimaksud.

“Untuk yang di Kebon Rojo ini kita masih mendalami mengenai SOP-SOP-nya. Mungkin memang ada indikasi yang mencurigakan dari SPBU tersebut. Nanti bakal kita tindak lanjuti seperti apa, nanti ditunggu saja,” katanya.

Operator Diminta Waspadai Pembelian BBM Mencurigakan

Selain mendalami SOP penjualan, kepolisian juga mengingatkan operator SPBU agar memperhatikan pola pembelian BBM yang dinilai tidak wajar.

Baca Juga: BPBD Kabupaten Blitar Tambah Anggaran Rp 300 Juta, Krisis Air Bersih Mengancam hingga Akhir Tahun

Operator diminta mewaspadai kendaraan yang diduga melakukan pengisian Pertalite berkali-kali. Apabila menemukan pola pembelian yang mencurigakan, petugas SPBU diminta tidak melayani pengisian berikutnya dan segera melaporkannya kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan penjualan BBM di tengah terbatasnya pasokan Pertalite di Kota Blitar.

Hingga pemeriksaan tersebut dilakukan, pengiriman BBM dilaporkan tetap berlangsung setiap hari. Namun, penurunan volume pasokan dari sekitar 16 KL menjadi 8 KL per hari masih menjadi persoalan yang berdampak pada pengaturan penjualan dan antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Polisi pun masih mendalami SOP di SPBU Kebon Rojo, sementara pengelola SPBU berupaya menyesuaikan jadwal penjualan dengan pasokan yang diterima.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Antrean SPBU Pasokan Pertalite Blitar sidak spbu BBM Pertalite Polres Blitar Kota