BLITAR-Aturan baru monetisasi TikTok 2025 sempat bikin heboh netizen. Pasalnya, kreator yang ingin bergabung dengan program TikTok Shop for Creator wajib memiliki minimal 600 followers dan aktif mengunggah konten dalam 28 hari terakhir.
Bagi kreator pemula, syarat itu terasa berat. Banyak yang khawatir peluang cuan di TikTok hanya akan dinikmati oleh mereka yang sudah populer. Namun ternyata, ada jalan keluar yang bisa ditempuh. TikTok tetap menyediakan cara agar pengguna dengan followers minim tetap bisa menghasilkan uang.
Cara Cuan Tanpa 600 Followers
Salah satu caranya adalah dengan membagikan link produk. Pengguna cukup mengambil link produk dari TikTok Shop, lalu membagikannya di media sosial lain seperti WhatsApp, Facebook, atau Instagram.
Jika ada teman atau pengikut yang membeli produk lewat link tersebut, kreator langsung mendapatkan komisi sesuai ketentuan. Sistem ini dikenal dengan nama afiliasi berbasis link sharing.
“Kalau belum punya 600 followers, jangan khawatir. Cukup bagikan link produk ke media sosial lain. Selama ada yang beli lewat link itu, komisinya tetap masuk ke saldo TikTok kalian,” jelas Lia Yulianti Patonah, kreator konten yang sering membahas tips monetisasi di kanal YouTube-nya.
Skema ini membuat siapa pun berpeluang meraup penghasilan, bahkan tanpa menjadi seleb TikTok.
Strategi untuk Pemula
Banyak kreator pemula mulai memanfaatkan trik ini. Salah satunya dengan fokus pada niche tertentu. Misalnya, pengguna yang suka memasak bisa membagikan link peralatan dapur. Mereka yang hobi fashion bisa mempromosikan pakaian atau aksesori.
Selain itu, kreator bisa meningkatkan potensi cuan dengan:
Gabung grup komunitas di WhatsApp atau Facebook untuk memperluas jangkauan pembeli.
Bikin review singkat di caption sebelum share link, agar lebih meyakinkan calon pembeli.
Konsisten posting di TikTok, meski belum bisa monetisasi penuh. Konten menarik bisa membantu mempercepat pertumbuhan followers.
Dengan cara ini, pengguna tidak perlu menunggu angka followers tembus 600 untuk mulai menghasilkan uang.
Inspirasi dari Kreator Kecil
Fenomena ini melahirkan kisah inspiratif. Beberapa kreator kecil mengaku mampu meraih penghasilan ratusan ribu rupiah hanya dari membagikan link produk.
“Awalnya saya cuma share link skincare ke teman-teman. Lama-lama banyak yang beli karena harganya murah. Dari situ dapat komisi lumayan, meski followers saya baru 200-an,” ujar Rani, pengguna TikTok asal Surabaya.
Cerita seperti Rani menunjukkan bahwa peluang tetap terbuka luas. Meski syarat baru dianggap memberatkan, kreator kreatif bisa menemukan celah untuk tetap bertahan.
Lebih dari Sekadar Followers
Bagi kreator, tantangan sesungguhnya bukan sekadar angka followers. Konsistensi, kreativitas, dan kejelian membaca tren justru lebih menentukan. Aturan 600 followers bisa jadi pemicu agar pengguna lebih serius menggarap konten.
Namun, bagi yang baru mulai, sistem link sharing adalah jalan pintas untuk tetap cuan. Cara ini sederhana, mudah dipraktikkan, dan bisa menjadi langkah awal sebelum masuk ke level monetisasi penuh di TikTok Shop.
Dengan berbagai opsi monetisasi, TikTok berusaha merangkul semua kalangan. Mulai dari kreator besar dengan jutaan pengikut, hingga pemula yang baru belajar membuat konten. Perubahan aturan memang memicu protes, tapi juga membuka ruang bagi pengguna untuk lebih kreatif dalam mencari strategi.
Bagi kreator pemula, pesan utamanya jelas: jangan menyerah hanya karena belum punya 600 followers. Ada banyak cara untuk tetap cuan, salah satunya lewat berbagi link produk.
Editor : Anggi Septian A.P.