Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Belajar Tenang di Usia Dewasa: Saatnya Tidak Peduli pada Hal yang Tak Penting

Annisa Nur Azzizah • Rabu, 15 Oktober 2025 | 03:00 WIB

Refleksi Tasalma tentang arti kedewasaan: belajar tenang dengan berhenti peduli pada hal-hal yang tak penting dalam hidup.
Refleksi Tasalma tentang arti kedewasaan: belajar tenang dengan berhenti peduli pada hal-hal yang tak penting dalam hidup.

BLITAR KAWENTAR - Semakin bertambah usia, banyak orang berpikir bahwa menjadi dewasa berarti harus memikirkan lebih banyak hal. Namun, pandangan itu tidak selalu benar. Dalam podcast Biar Nggak Nyesel, kreator Tasalma membagikan refleksi pribadinya bahwa kedewasaan justru tentang kemampuan memilih hal yang pantas dipedulikan dan dengan sadar mengabaikan yang tidak relevan.

Dalam episode tersebut, Tasalma menguraikan enam hal yang ia putuskan untuk tidak lagi terlalu dipedulikan. Pertama adalah mimpi orang lain. Ia menegaskan bahwa ambisi atau keinginan orang lain, termasuk orang tua, tidak seharusnya menjadi standar atau tanggung jawab pribadi. Menurutnya, setiap orang punya jalannya masing-masing, dan berfokus pada mimpi sendiri jauh lebih sehat daripada menanggung ekspektasi luar.

Kedua, drama pertemanan. Setelah melewati fase remaja hingga kuliah, ia menyadari bahwa setiap tahap kehidupan akan menghadirkan lingkaran sosial yang berbeda. Karena itu, energi tidak perlu dihabiskan untuk mempertahankan hubungan yang toksik. “Lebih baik punya sedikit teman yang hangat dan tulus daripada banyak tapi melelahkan,” ujarnya.

Hal ketiga yang tak lagi ia pedulikan adalah jumlah likes di media sosial. Bagi Tasalma, angka likes tidak mencerminkan kualitas diri atau karya seseorang. Validasi digital kini dianggapnya tidak relevan dibandingkan niat dan makna konten yang dibagikan.

Keempat, notifikasi di ponsel. Ia menyebut notifikasi sebagai bentuk distraksi modern yang menguras waktu dan perhatian tanpa manfaat berarti. Menonaktifkan sebagian besar notifikasi membuat hidupnya lebih fokus dan tenang.

Kelima, tren gaya hidup seperti gadget, makeup, hingga olahraga kekinian. Tasalma menilai bahwa mengikuti tren tanpa kebutuhan nyata hanya menambah tekanan sosial. Ia lebih memilih mengikuti hal baru saat benar-benar dibutuhkan, bukan karena ingin terlihat relevan.

Dan terakhir, asumsi orang lain. Menurutnya, banyak orang terjebak dalam ketakutan akan pandangan masyarakat, padahal sebagian besar hanyalah asumsi, bukan kenyataan. “Sering kali kita takut pada komentar yang bahkan belum diucapkan,” katanya.

Tasalma menutup refleksinya dengan pesan bahwa waktu, energi, dan perhatian adalah sumber daya paling berharga yang tidak bisa diperbarui. Karena itu, memilih untuk tidak peduli pada hal-hal yang tidak penting justru menjadi bentuk kedewasaan yang sejati.

Editor : M. Subchan Abdullah
#arti kedewasaan #belajar tenang