BLITAR KAWENTAR – Minat masyarakat Indonesia untuk melakukan wisata rohani Yordania terus meningkat, terutama pada periode libur panjang keagamaan. Negeri yang dikenal sebagai bagian dari jalur perjalanan suci para nabi ini menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam, sekaligus panorama alam yang menakjubkan. Tidak berhenti sampai di situ, sejumlah situs bersejarah seperti Gunung Nebo, Petra, hingga Mata Air Nabi Musa selalu menjadi tujuan favorit rombongan ziarah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Yordania memang muncul sebagai destinasi populer bagi mereka yang ingin merasakan langsung jejak sejarah peradaban dan perjalanan para nabi. Banyak jemaah mengaku memilih wisata rohani Yordania karena negara tersebut menyimpan banyak kisah Alkitab dan catatan sejarah penting dunia Timur Tengah.
Pengalaman wisata rohani Yordania biasanya dimulai dari kawasan Amman, sebelum peserta dibawa menuju sejumlah destinasi sakral yang lokasinya saling berdekatan. Salah satu tempat yang paling sering dikunjungi adalah Gunung Nebo, titik di mana Nabi Musa diyakini melihat Tanah Terjanji sebelum wafat. Dari puncak bukit ini, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan Lembah Yordania, Laut Mati, dan sebagian wilayah Israel yang tampak jelas saat cuaca cerah.
Gunung Nebo dan Jejak Nabi Musa yang Memukau
Gunung Nebo menjadi salah satu lokasi yang meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan. Selain menawarkan panorama spektakuler, kawasan ini juga menyajikan artefak peninggalan gereja kuno, mozaik berusia ratusan tahun, serta bangunan memorial yang berdiri megah. Banyak pengunjung mengaku merasakan ketenangan ketika berada di sini, seakan berada lebih dekat dengan perjalanan spiritual Nabi Musa.
Tidak jauh dari Gunung Nebo, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan menuju Mata Air Nabi Musa, lokasi yang diyakini sebagai tempat munculnya air ketika Nabi Musa memukul batu dengan tongkatnya saat bangsa Israel kehausan di padang pasir. Hingga kini, area tersebut tetap mengalirkan air yang dimanfaatkan masyarakat setempat.
Petra, Kota Batu Bersejarah yang Mendunia
Selain lokasi-lokasi alkitabiah, Yordania juga memiliki destinasi kelas dunia lainnya, salah satunya Petra, kota batu berwarna merah muda yang menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru. Banyak rombongan ziarah memasukkan Petra dalam rangkaian perjalanan karena nilai historis dan keindahan arsitektur situs tersebut.
Perjalanan menuju Petra seringkali menjadi momen paling dinanti. Wisatawan harus berjalan melewati koridor tebing panjang bernama Siq sebelum akhirnya tiba di Al-Khazneh atau The Treasury, bangunan ikonik yang sering muncul di film-film Hollywood. Meski bukan situs rohani secara langsung, Petra tetap kerap dikunjungi karena menjadi bagian penting dari sejarah kawasan Yordania.
Destinasi Suci Lainnya di Yordania
Selain Gunung Nebo dan Petra, wisata rohani di Yordania juga mencakup sejumlah lokasi lain yang tak kalah penting. Salah satunya adalah Bethany Beyond the Jordan, tempat di mana Yesus dikisahkan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Situs ini ditandai sebagai salah satu lokasi suci yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia.
Ada pula Laut Mati, yang menjadi rute wajib bagi jemaah. Selain bernuansa spiritual, Laut Mati dikenal sebagai titik terendah di bumi dengan kandungan garam tinggi yang membuat tubuh mengambang tanpa usaha. Banyak pengunjung memanfaatkan momen ini untuk relaksasi setelah menempuh agenda wisata rohani yang padat.
Ragam Testimoni Wisatawan Indonesia
Banyak wisatawan Indonesia mengaku puas setelah mengikuti paket perjalanan rohani ke Yordania. Perpaduan sejarah, spiritualitas, dan keindahan alam membuat perjalanan terasa lengkap. Beberapa peserta mengatakan mereka merasakan pengalaman berbeda dibanding wisata religi di negara lain, karena setiap tempat di Yordania memiliki catatan sejarah yang melekat kuat dalam tradisi berbagai agama.
Paket Wisata Rohani Makin Banyak Diminati
Biro perjalanan wisata mencatat meningkatnya minat paket wisata rohani Yordania, terutama menjelang libur keagamaan seperti Paskah, Natal, dan Tahun Baru. Banyak yang memilih Yordania sebagai alternatif perjalanan ke Israel atau Mesir, karena akses situs sucinya relatif lebih mudah dan biaya lebih terjangkau.
Dengan semakin banyaknya maskapai yang membuka jalur penerbangan ke Timur Tengah, diperkirakan jumlah wisatawan Indonesia yang mengunjungi Yordania untuk wisata rohani akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. (*)