Pertandingan yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) ini menyajikan duel taktik yang menarik sejak menit awal. Menilik hasil Persija vs PSM Makassar, tim tuan rumah turun dengan formasi dasar 1-4-3-3 yang bertransformasi menjadi struktur 3+2 saat membangun serangan. Namun, sorotan tajam tertuju pada gelandang muda Aditya Warman yang dipercaya tampil sebagai starter di lini tengah.
Aditya Warman terlihat beberapa kali mengalami miskomunikasi dengan rekan setimnya, khususnya dengan striker asing Gustavo Almeida. Dalam beberapa momen transisi menyerang, Gustavo yang turun menjemput bola (drop deep) dan meminta operan ke kaki justru sering diabaikan. Aditya kerap kali memilih opsi operan lain atau memegang bola terlalu lama (delay), yang berujung pada hilangnya momentum serangan atau bahkan bola berhasil direbut lawan. Meski demikian, para pemain senior Persija tampak suportif dan tidak memojokkan sang pemain muda, sebuah gestur positif demi menjaga mentalitas tim.
Baca Juga: Polisi Aktif Patroli Malam Hari Awasi Ronda di Jalanan Blitar-Kediri Menggunakan Sound Horeg
Gol Alauddin dan Balasan Cepat PSM
Persija Jakarta akhirnya memecah kebuntuan melalui skema serangan yang dibangun dari sisi sayap. Ryo Matsumura (atau pemain sayap yang dimaksud dalam konteks 'Alano') melepaskan umpan silang awal (early cross) yang gagal ditutup oleh bek sayap PSM, Rizky Eka. Bola matang tersebut disambut dengan sempurna oleh Alauddin (pemain sayap kiri) yang mengonversinya menjadi gol pembuka.
Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. PSM Makassar merespons dengan cepat. Memanfaatkan kelengahan di sisi kanan pertahanan Persija yang dijaga Muhammad Ferarri (atau bek kanan yang dimaksud) dan Rizky Ridho (atau bek tengah terkait), Rizky Eka melakukan aksi individu menawan. Ia berhasil melewati dua pemain belakang Persija sebelum melepaskan tembakan. Bola muntah (rebound) kemudian disambar oleh penyerang PSM (Boboep/Tito Okello) untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Blunder Reza Arya dan Kondisi Rumput JIS
Gol kemenangan Persija Jakarta lahir dari sebuah insiden yang sangat disayangkan bagi kubu Juku Eja. Penjaga gawang PSM, Reza Arya Pratama, melakukan blunder fatal saat mencoba menguasai bola di area pertahanannya sendiri. Kesalahan elementer tersebut langsung dihukum oleh penyerang asing Persija (Gustavo/Maxwell) yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Hasil Persija vs PSM Makassar pun terkunci di angka 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.
Faktor non-teknis turut menjadi sorotan dalam laga ini, yakni kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS) yang dinilai kurang memadai. Permukaan lapangan yang tidak rata dan berlubang di beberapa titik disinyalir menjadi penyebab utama kesalahan passing dan kontrol bola para pemain, termasuk blunder fatal yang dilakukan Reza Arya. Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi pengelola stadion, mengingat status JIS sebagai salah satu stadion megah di tanah air.
Di babak kedua, Persija mencoba melakukan penyegaran dengan memasukkan sejumlah pemain baru seperti Shayne Pattynama (jika sesuai konteks rekrutan baru), namun adaptasi mereka terlihat belum maksimal. Shayne sempat kalah duel satu lawan satu, sementara pemain muda lainnya masih membutuhkan waktu untuk menyatu dengan skema permainan.
Kemenangan ini membawa angin segar bagi Persija untuk terus bersaing di papan atas klasemen, sementara PSM Makassar harus pulang dengan tangan hampa dan evaluasi mendalam terkait konsentrasi di lini belakang. (*)