Namun, di tengah derasnya opini publik yang telanjur terbentuk, benarkah kabar Yolla Yuliana dipecat dan digugat oleh pihak klub tersebut? Menyikapi rumor yang meresahkan penggemar ini, penelusuran fakta mendalam membuktikan bahwa informasi tersebut sepenuhnya tidak benar alias hoaks. Dinamika dan narasi dramatis yang dibangun oleh oknum penyebar isu hanyalah klaim tak berdasar.
Tidak Ada Gugatan Hukum maupun Pemecatan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, dapat dipastikan bahwa rentetan kabar Yolla Yuliana dipecat tersebut sama sekali tidak memiliki pijakan realita. Tidak pernah ada rilis resmi, konferensi pers, maupun dokumen hukum dari manajemen Livin Mandiri yang membenarkan rumor pemecatan maupun sengketa kontrak.
Pemain yang berposisi sebagai middle blocker tersebut masih tercatat secara sah sebagai bagian dari skuad aktif Livin Mandiri dalam kompetisi yang sedang berjalan. Kabar bahwa dirinya tengah menghadapi persoalan hukum dengan manajemen klub murni merupakan fabrikasi informasi yang sengaja diciptakan demi mendulang sensasi internet.
Baca Juga: Timnas Indonesia 2026 Disorot Dunia: Wonderkid Eropa Bermunculan, Media Asing Remehkan Skuad Garuda!
Tampil Solid dan Bawa Tim Menang Lawan Bandung bjb
Fakta paling telak yang membantah seluruh rumor tersebut justru tersaji secara langsung di arena pertandingan. Alih-alih terdepak dari skuad utama, pada pertandingan yang digelar tanggal 22 Februari 2026, Yolla Yuliana masih tampil membela Livin Mandiri saat menghadapi laga krusial melawan Bandung bjb.
Dalam pertandingan bertensi tinggi tersebut, Livin Mandiri berhasil mengunci kemenangan secara dramatis dengan skor tipis 3-2. Penampilan Yolla di lapangan turut berkontribusi secara nyata dalam meraih kemenangan penting tersebut. Momentum ini sekaligus menepis tuntas isu bahwa dirinya telah dikeluarkan dari tim akibat penurunan performa.
Kehadiran Yolla dalam laga resmi tersebut menjadi bukti mutlak bahwa ia masih berstatus sebagai pemain aktif dan tidak sedang menjalani sanksi internal apa pun. Publik diimbau untuk lebih cermat menyaring narasi liar di media sosial dan selalu merujuk pada saluran resmi klub. (*)
Editor : Anggi Septian A.P.