Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Drama Wasit Persebaya vs Persib: Gol Dianulir dan Kontroversi Penalti Jadi Sorotan Bung Binder

Muhammad Adib Falih Rifly • Rabu, 4 Maret 2026 | 14:35 WIB

Analisis tajam Bung Binder soal drama Persebaya vs Persib: soroti wasit VAR, gol dianulir, dan performa apik Berguinho di laga imbang 2-2.
Analisis tajam Bung Binder soal drama Persebaya vs Persib: soroti wasit VAR, gol dianulir, dan performa apik Berguinho di laga imbang 2-2.

BLITAR - Duel klasik antara Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo berakhir dengan skor imbang 2-2. Namun, hasil akhir tersebut bukan satu-satunya yang menjadi buah bibir. Kepemimpinan wasit di lapangan tengah menjadi sorotan tajam, terutama terkait keputusan krusial yang dianggap merugikan Maung Bandung. Pengamat sepak bola nasional, Bung Binder, secara blak-blakan mengkritisi ketidaktelitian wasit dalam memanfaatkan teknologi VAR (Video Assistant Referee) pada laga panas tersebut.

Menurut Bung Binder dalam analisis terbarunya, pertandingan berskala besar seperti Persebaya vs Persib seharusnya dipimpin oleh pengadil yang memiliki tingkat ketelitian tinggi. Ia menyoroti momen dianulirnya gol Kakang Rudianto yang dianggap handball oleh wasit setelah melihat monitor di pinggir lapangan. Padahal, jika dilihat secara jeli melalui tayangan ulang, bola liar tersebut menyentuh tangan pemain Persib secara tidak sengaja (ball to hand) setelah memantul dari bagian tubuh lain dalam posisi tidak natural.

"Saya pikir wasit tidak teliti melihat tayangan ulang di VAR. Bola terkena tangan secara tidak sengaja karena sebelumnya mengenai kaki pemain dulu saat mencoba tendangan salto. Ini bola liar, bukan kesengajaan," tegas Bung Binder. Ia menambahkan bahwa ketidaktelitian ini memicu tensi tinggi di media sosial, terutama dari kalangan Bobotoh yang merasa kemenangan tim kesayangannya "dirampok" oleh keputusan yang tidak sesuai dengan law of the game.

Baca Juga: Operasi Senyap Bojan Hodak Terbongkar! Kedalaman Skuad Persib Bandung dengan Taktik Pasukan Ganda Bikin Persija dan Dewa United Ketar-ketir

Dominasi Persib dan Efektivitas Persebaya

Secara teknis permainan, Persib Bandung sebenarnya tampil sangat dominan, terutama di babak kedua. Bojan Hodak melakukan perjudian taktik dengan memasukkan pemain-pemain bertipe menyerang seperti Beckham Putra dan Adam Alis. Strategi ini membuahkan hasil lewat permainan tikitaka yang apik. Gol roket Luciano dan penyelesaian dingin Andrejung menjadi bukti sahih betapa lini serang Maung Bandung sangat bertenaga di partai tandang kali ini.

Statistik mencatat Persib melakukan 14 percobaan ke gawang, namun hanya 5 yang tepat sasaran. Meskipun conversion rate ini dianggap belum maksimal, performa Berguinho sebagai playmaker layak mendapatkan apresiasi setinggi langit. Bung Binder bahkan menyebut Berguinho sebagai Man of the Match karena kreativitasnya dalam mengatur ritme permainan dan memberikan umpan-umpan terukur yang memanjakan lini depan.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya di bawah asuhan Bernardo Tavares menunjukkan determinasi dan mentalitas yang luar biasa. Meski secara game plan sempat tertekan oleh permainan terbuka Persib, Bajol Ijo sangat mematikan dalam skema serangan balik (counter attack). Gol dari Rivera dan penalti Bruno Moreira menjadi penyelamat muka tuan rumah di hadapan Bonek Mania. Persebaya berhasil memaksimalkan kesalahan passing pemain lawan untuk menciptakan peluang emas di dalam kotak penalti.

Baca Juga: Operasi Senyap Bojan Hodak: Kedalaman Skuad Persib Bandung Bikin Dewa United dan Persija Ketar-ketir!

Urgensi Wasit Asing di Laga Big Match

Berkaca dari drama di Stadion GBT, Bung Binder mengusulkan agar pertandingan-pertandingan big match ke depannya dipimpin oleh wasit asing. Hal ini bukan bermaksud mendiskreditkan wasit lokal, melainkan untuk meningkatkan standar ketelitian dan objektivitas, terutama saat mengambil keputusan melalui VAR yang seringkali memakan waktu lama hingga menyebabkan injury time membengkak sampai 11 menit.

"Wasit asing biasanya lebih teliti dan tidak harus selalu bergantung pada monitor untuk kejadian yang sudah jelas. Kita butuh konsistensi agar kualitas kompetisi semakin meningkat," ujarnya. Meskipun laga berakhir imbang, satu poin dari kandang Persebaya tetap menjaga posisi Persib di papan atas klasemen. Namun, evaluasi terhadap kinerja pengadil lapangan tetap menjadi catatan penting bagi Komite Wasit PSSI agar kejadian serupa tidak terulang di pertandingan krusial berikutnya.

Kini, fokus pecinta sepak bola nasional beralih ke laga-laga selanjutnya yang tak kalah panas. Persib akan kembali bermain di kandang sebelum melakoni partai tandang berat melawan Borneo FC. Sementara itu, persaingan di puncak klasemen semakin ketat, di mana hasil pertandingan tim lain seperti Persija Jakarta akan sangat menentukan peta persaingan juara musim ini. (*)

Baca Juga: Geger! Cek Fakta Benarkah Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026? Kabar AFC Panik Dihukum FIFA Bikin Heboh

Editor : Anggi Septian A.P.
#persib #klasemen liga 1 #persebaya #bung binder #Berguinho Persib Bandung