BLITAR - Ruang tamu minimalis itu menjadi ruang bagi Kheni Juraida untuk merangkai pesanan kerajinan buket pohon Natal.
Tangannya dengan cekatan melipat uang mainan dan dirangkai menyerupai pohon Natal.
Momen Natal tahun ini menjadi berkah baginya. Warga Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, ini telah membuat 33 pesanan buket pohon Natal.
“Ini pesanan yang terakhir, nanti siang sudah diambil. Setelah ini sudah close order dan fokus buket untuk persiapan Hari Ibu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar sambil sesekali merangkai pohon uang Natal, Kamis (14/12/2023).
Kheni mengaku ide kreasi pohon uang Natal ini terinspirasi dari menonton drama korea alias drakor.
Dalam salah satu episode terdapat kreasi serupa. Wanita 26 tahun tersebut merasa bahwa ini bisa menjadi peluang untuk mendapatkan cuan, sebab di Blitar ataupun daerah lain belum ada yang membuat.
Kheni belajar merangkai pohon uang Natal secara otodidak. Awalnya hanya iseng membuat untuk diri sendiri dan diposting di media sosial.
Ternyata banyak yang suka dan mendapat resposn yang positif. Dari situlah banyak pesanan buket pohon uang Natal yang datang.
Pada momen Natal tahun lalu, dia juga membuat buket Natal. Namun hanya berbentuk buket biasa dengan isian pernak-pernik Natal.
“Seperti cokelat, pohon Natal, atau boneka Sinterklas. Buket pohon uang Natal ya baru tahun ini,” bebernya.
Menurut dia, proses yang paling rumit adalah ketika merangkai buket uang pada kerucut yang digunakan sebagai pohon. Sebab, harus menyesuaikan jumlah uang yang digunakan dengan besarnya kerucut itu.
Kemudian proses lainnya tinggal menempelkan hiasan pendukung pada tatakan. Seperti pohon Natal mini, kereta atau kuda Natal, manusia salju, dan hiasan berbentuk kado Natal.
Baca Juga: Cara Hartutik Warga Asal Kota Blitar Olah Belimbing Wuluh Jadi Manisan yang Lezat
Ibu satu anak ini mengatakan, proses pembuatan pohon uang Natal tergantung tingkat kerumitan pesanan.
Yang paling simpel cukup waktu sekitar 30 menit sudah jadi. Jika ukurannya cukup besar bisa 2-3 hari.
“Jadi ini harus pre order dulu. Karena dikerjakan sendiri sambil momong anak juga,” ungkapnya, lantas tersenyum.
Bisnis pohon uang Natal ini membutuhkan modal yang tidak banyak, bahkan tidak menyentuh angka seratus ribu.
Biaya jasa yang paling murah Rp5 ribu. Kemudian, harga jual buket pohon uang Natal secara utuh bervariasi dimulai dari Rp175 ribu.
Uang yang digunakan adalah uang mainan. Bisa menggunakan uang asli, tetapi hanya konsumen yang dekat-dekat saja.
Sebab, ada pengalaman kurang mengenakkan yang membuatnya jera alias kapok. Saat itu pernah mengirim paket buket pohon Natal dengan uang asli, tetapi tidak sampai ke tangan konsumen alias hilang. Padahal sudah dikirim dan dibungkus dengan aman.
”Waktu itu pesanan ke Kalimantan memang minta pakai uang asli. Ada dua buket pohon Natal masing-masing senilai Rp600 ribu,"
"Akhirnya saya harus nombok karena konsumen minta ganti rugi full. Karena kejadian itu, saya cuma menerima pesanan uang asli tapi yang dekat saja,” kata Ibu muda ini.
Dalam sebulan ini, Kheni menerima pesanan dari Blitar, Kediri, dan Malang, sementara yang paling jauh dari Kalimantan. Dari 33 pesanan buket Natal, omzet yang mampu dicapai sekitar Rp70 juta.
“Alhamdulillah, tapi itu omzet kotornya. Masih dipotong bahan-bahan yang digunakan,” tandasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra