BLITAR - Obat herbal ini yang selama ini dikenal ampuh untuk menurunkan hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah minum jus blueberry atau air bawang putih setiap hari.
Selain itu, berbagai herbal yang bisa disiapkan dalam bentuk teh, seperti teh kembang sepatu atau teh daun zaitun, tampaknya memiliki sifat antihipertensi yang sangat baik yang membantu mengontrol tekanan darah.
Meskipun banyak pengobatan alami ini berguna untuk melengkapi pengobatan yang diresepkan untuk tekanan darah tinggi, pengobatan herbal ini sebaiknya dikonsultaksikan ke dokter.Dilansir dari Mind Body Green, berikut adalah pilihan obat herbal yang ampuh untuk pasien hipertensi
1. Air Bawang Putih
Air bawang putih adalah cara alami untuk mengatur tekanan darah karena merangsang produksi oksida nitrat.
Ini adalah gas dengan efek vasodilatasi yang kuat, yang membantu sirkulasi darah dan menurunkan tekanan pada jantung.
Selain itu, bawang putih juga bagus untuk menjaga kesehatan jantung, karena memiliki sifat antioksidan luar biasa yang melindungi pembuluh darah.Salah satu cara mengonsumsi bawang putih adalah dengan memasukkannya ke dalam air dan meminumnya sepanjang hari.
Kita juga dapat mengonsumsi bawang putih sebagai bagian dari makanan kita sepanjang hari, karena mungkin lebih menyenangkan makan bawang putih daripada meminumn.
Tip yang baik adalah menambahkan beberapa siung kupas ke minyak zaitun sebagai alternatif yang mengandung bawang putih (ini akan memungkinkan kita mendapatkan manfaat dari khasiat bawang putih setiap kali mengonsumsi minyak zaitun).
2. Teh Daun Zaitun
Selain itu, mereka juga memiliki sedikit efek menenangkan dan rileks, yang membantu mengendalikan gejala kecemasan.
Sama seperti bawang putih, daun pohon zaitun adalah salah satu obat alami terbaik untuk tekanan darah tinggi.
Mereka memiliki polifenol yang mengatur tekanan darah, tanpa risiko menyebabkan hipotensi, bahkan jika dikonsumsi berlebihan.
Tempatkan daun zaitun dalam panci dengan air mendidih dan biarkan daun terendam selama lima sampai sepuluh menit.
Kemudian saring campuran dan biarkan dingin. Kita dapat minum tiga sampai empat cangkir teh sepanjang hari.
3. Jus Blueberry
Selain menjadi sumber antioksidan yang sangat baik, yang melawan penyakit seperti kanker dan mencegah penuaan, blueberry juga membantu menurunkan tekanan darah, terutama bila dikonsumsi setiap hari.
Efek blueberry lebih terlihat pada orang dengan risiko kardiovaskular tinggi, seperti mereka yang mengalami obesitas atau mereka yang memiliki sindrom metabolik.
Oleh karena itu, jus blueberry dapat digunakan sebagai pelengkap alami untuk pengobatan tekanan darah tinggi yang diresepkan oleh dokter.
Campur 1 cangkir blueberry segar dengan air perasan lemon. Masukkan semua bahan ke dalam blender dan blender hingga halus. Kita bisa meminum jus ini sekali atau dua kali sehari.
4. Teh Kembang Sepatu
Kembang sepatu adalah tanaman yang sangat populer di kalangan mereka yang ingin menurunkan berat badan, namun tanaman ini juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Tempatkan kelopak kembang sepatu ke dalam air matang dan biarkan terendam selama lima sampai sepuluh menit.
Kemudian saring dan minum teh ini sekali hingga dua kali sehari, pastikan kita memberi waktu setidaknya delapan jam di antara setiap cangkir teh.
Meskipun belum ada penelitian yang membuktikan hal ini, kembang sepatu mungkin beracun di atas dosis harian enam gram. Karena itu, disarankan agar kita tidak mengonsumsi lebih dari dosis yang ditunjukkan di atas.
5. Teh Mangaba
Obat alami lain yang sangat baik untuk tekanan darah tinggi adalah makan buah yang disebut mangaba atau minum teh kulit mangaba.
Tanaman ini membantu dengan vasodilatasi, menurunkan tekanan darah.Tambahkan kulit kayu mengaba ke air mendidih dan biarkan campuran meresap selama beberapa menit.
Tutup panci, biarkan teh dingin lalu saring. Kita bisa minum dua hingga tiga cangkir per hari.
6. Jahe
Jahe tidak hanya bisa dijadikan sebagai minuman penghangat tubuh, tetapi juga bermanfaat sebagai obat darah tinggi alami. Pasalnya, senyawa dalam jahe memiliki mekanisme kerja yang mirip dengan obat darah tinggi, seperti ACE inhibitor dan calcium-channel blocker (CCB).
Berkat kandungan tersebut, orang yang mengonsumsi jahe secara rutin sebanyak 2–4 gram per hari memiliki risiko lebih rendah mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi).***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra