BLITAR - Tidak dipungkiri, Gea memang sejak sudah lama berkecimpung dalam dunia modeling. Bahkan dia juga menjadi finalis duta wisata Kabupaten Blitar atau biasa disebut dengan Gus-Jeng. Menurutnya, audisi Putri Indonesia dan Gus Jeng hampir mirip.
“Saya diberi tahu guru modeling adanya audisi Putri Indonesia Jawa Timur. Meskipun hanya finalis, setidaknya ada pengalaman bila akan mencoba lagi, karena selain pengalaman, bertemu banyak relasi seperti peserta dari berbagai kota di Jawa Timur, dan pemilik yayasan Putri Indonesia Jatim,” ujarnya.
Sebagian peserta Putri Indonesia Jatim merupakan duta wisata dari berbagai kota di Jatim. Meskipun begitu, ajang Putri Indonesia tentu berbeda dengan Gus Jeng.
Karena levelnya sudah tingkat provinsi. Bahkan ajang putri indonesia paling disorot dibanding provisi lain. Lantaran perwakilan Jatim pernah masuk 3 besar di ajang Putri Indonesia. Maka dari itu pemilihan finalisnya cukup ketat karena mereka takut salah pilih peserta.
Putri Indonesia lebih menggaungkan isu wanita, advokasi perempuan seperti disabilitas, women empowerment, dan Putri Indonesia memiliki tugas melayani dan mengabdi kepada masyarakat.
“Ini menjadi hal paling berani yang saya lakukan. Karena saya peserta yang paling muda,"
"Saat itusaya masih berusia 18 tahun. Apalagi peserta lain banyak sudah lulusan sarjana, ada pernah ikut duta wisata Jatim, dan sudah pernah ikut ajang putri indonesia sebelumnya. Sehingga ada perasaaan minder,” ungkapnya.
Gea menampilkan tari Mubeng Blitar. Yakni kesenian khas Bumi Penataran yang sudah ada sejak 2007 lalu. Hal itu menjadi tantangan baginya. Karena dia hanya berlatih selama tiga hari di kampus.
Di malam puncak pemilihan Putri Indonesia, Gea mempersiapkan mental dan fisik sebelum naik panggung. Berbagai meteri terkait advokasi Perempuan juga dia lahap dalam proses persiapan.
“Hasilnya tidak masuk top 5. Meskipun begitu saya tetap merasa bangga karena tidak menyangka menjadi finalis dan menjadi ikatan putri Indonesia Jawa Timur. menjadi putri indonesia saya merasa naik level,” tutur mahasiswa semester tiga Universitas Negeri Malang (UM) ini.
Ke depan, Gea masih berniat untuk kemabli terjun di ajang Putri Indonesia bila ada kesempatan yang lebih baik dan dukungan dari orang orang terdekat. Namun untuk saat ini dia mengaku masih ingin fokus kuliah. “Mimpi saya bisa mewakili Jatim menjadi di putri Indonesia nasional,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra