BLITAR - Jenis bela diri campuran ini sering mejeng di berbagai program televisi. Di dalamnya ada berbagai unsur seni bela diri lain. Mulai dari pencak silat, gulat, dan jenis bela diri lain.
Febri Riski Sugiarto, salah seorang pegiat MMA di Kabupaten Blitar mengaku, ada berbagai teknik yang bisa dipelajari.
Diantaranya, tendangan, berbagai jenis pukulan, berbagai jenis kuncian, teknik gulat dan teknik sapuan diperbolehkan di pertandingan ini.
“Selain untuk menjaga diri, MMA itu bisa dipergunakan untuk olahraga. Apalagi olahraga ini menitikberatkan pada pelatihan otot dan stamina,” ujar atlet yang meraih juara di event Malaysia Super Fight beberapa waktu lalu ini.
Dia menambahkan, MMA merupakan salah satu bentuk olahraga yang bisa digeluti oleh semua kalangan. Baik perempuan ataupun laki-laki. Bukan Cuma itu, MMA juga terbuka bagi para pelaku bela diri dari berbagai latar belakang.
“Kalau basic saya itu pencak silat. Namun sering mengikuti ajang lomba kick boxing dan muaythai jadi untuk teknik kuncian kurang mengusai. Karena itu, ketika mengikuti ajang MMA yang paling sulit itu kuncian dan gulat,” jelas laki-laki 19 tahun ini.
Ada dua jenis pertarungan dalam MMA. Yaitu pertarungan atas dan bawah. Bedanya, pertandiangan atas kebanyakan hanya menggunakan pukulan, tendangan dan kuncian atas. Sedangkan pertarungan bawah ada tambahan teknik kuncian bawah dan gulat.
“Kalau bawah itu seperti gulat dan kuncian di bawah. Itu diperbolehkan. Kalau saya itu freestyle, jadi tidak ada kuncian bawah, yang ada hanya pakai sikut atau dengkul, tendangan, dan pukulan,” ujarnya.
Tidak ubahnya pada olahraga lainya, ada peraturanperaturan khusus yang harus ditaati oleh para petarung MMA. Tapi, jumlah teknik yang dilarang tak sebanyak cabang bela diri lain.
“Itu yang membedakan MMA dengan bela diri lainya. Di MMA lebih kompleks. Olahraganya tidak satu jenis silat dan segala serangan diperbolehkan. Tinggal kuat-kuatan tenaga dan stamina,” ucapnya.
Sayangnya di Kabupaten Blitar sendiri tak banyak pegiat bela diri yang terjun di MMA. Laki-laki asal Kecamatan Nglegok ini mengaku, hanya ada sekitar 5-6 atlet bela diri dari wilayah Bumi Penataran yang saat ini tertarik untuk menggeluti cabang MMA.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra