Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ikuti Tren Fesyen, Delvia Nesvi Satari Ketiban Berkah dari Bisnis Aksesori

M. Subchan Abdullah • Rabu, 20 Desember 2023 | 13:15 WIB

SEMANGAT: Delvia Nesvi Satari menunjukkan aksesoris karyanya.
SEMANGAT: Delvia Nesvi Satari menunjukkan aksesoris karyanya.
  

BLITAR - Aksesoris menjadi barang wajib bagi kaum hawa untuk menunjang penampilan. Siapa sangka, dari hobi koleksi berbagai jenis pernak-pernik tersebut, kini Delvia Nesvi Satari sukses mengembangkan usaha rumahan aksesori.

Menggeluti kerajinan bros berawal dari informasi pelatihan kerajinan dari sosial media. Lantas tertarik dan mengikuti pelatihan tersebut. Berbekal ketrampilan yang diperoleh dari pelatihan, Delvia Nesvi Satari lalu mulai menekuni bisnis aksesori.

Mengembangkan motif secara otodidak, semua proses pembuatan kerajinan dilakukan secara manual. Aksesori yang dibuat beragam mulai bross, step masker, konektor, tasbih digital, dan tasbih kristal.

Ada juga hiasan mobil dari manik-manik, buket, dan aneka mahar dan aksesori lain sesuai permintaan. Bros dan aksesoris mobil menjadi produk yang paling diminati.

Sebagai wirausahawan sekaligus ibu rumah tangga, tentu bukan hal mudah. Meski begitu, warga Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, ini mampu mengatur jadwal sehingga dua peran tersebut berjalan beriringan. Dengan begitu, waktu bersama keluarga tidak tersita oleh kesibukan usaha.

“Jadi ada waktu sendiri untuk keluarga, teman, produksi, hingga mengaji,” ungkapnya Jawa Pos Radar Blitar, Senin (18/12/2023).

Yakin adalah kunci awal untuk memulai usaha. Jika sudah mantap memulai akan memudahkan diri sendiri untuk menentukan langkah selanjutnya.

Selain itu, aksesori mudah berkembang seiring waktu, sehingga harus peka terhadap kebutuhan pasar. Mengikuti perkembangan tren fesyen yang ada di masyarakat.

Misalnya, ketika pandemi covid beberapa waktu lalu kebutuhan utama yang dicari masyarakat adalah masker.

Momen itupun tidak disia-siakan Delvia untuk berkreasi memproduksi masker dan konektor. Tentunya, masker yang dibuat dikreasi semenarik mungkin dan tidak monoton.

“Misalnya pada momen Agustusan saya juga membuat aksesori dengan tema merah putih,” imbuh perempuab 31 tahun ini.

Untuk mengembangkan usaha, kata Delvia, harus bisa mengimbangi perkembangan teknologi yang ada.

Seperti pada pemasaran produk sebisa mungkin memanfaatkan media online atau market place yang ada. Dengan begitu, jangkauan pemasaran bisa lebih luas dan cepat.

Sebab, jika tidak melek teknologi bisa tertinggal dengan banyaknya persaingan. Apalagi bros tergolong usaha rumahan yang mudah dikembangkan.

“Kuncinya ya harus rajin posting di sosial media. Nggak perlu malu atau minder, selama postingan kita gak merugikan orang lain” ujarnya.

Menurut dia, persaingan dalam bisnis memang tidak bisa dihindari. Jadi harus punya value atau keunikan tersendiri yang tidak dimiliki orang lain.

Misalnya, selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk customer. Terpenting, selalu berdoa agar bisnis yang dijalani selalu berkah dan bermanfaat buat banyak orang.

“Saya selalu menerapkan prinsip untuk melibatkan Allah didalam setiap urusan yang saya ambil,” bebernya. (*/sub)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#Kabupaten Blitar #tren fesyen #bisnis #kebutuhan pasar #bros #Aksesoris #pengrajin #Kota Blitar #produk lokal