BLITAR - Pesatnya perkembangan internet membuat kegiatan ekonomi makin mudah. Salah satunya, kemudahan dalam berbelanja suatu barang secara online atau dalam jaringan alias daring.
Namun, di sisi lain, kemudahan itu tidak diimbangi oleh kontrol diri hingga terdorong untuk melakukan pinjaman online (pinjol). Ya, kemajuan teknologi khusunya internet ibarat pisau bermata dua.
Artinya, di satu sisi dapat menguntungkan, sementara di sisi lain bisa merugikan seperti kasus pembajakan nomor HP hingga penipuan.
Sementara sisi positifnya bisa dilihat dari dunia marketing. Pemasaran produk bisa lebih luas dan belanja bisa langsung dari rumah. Kemudahan itu biasanya cenderung membuat orang komsumtif.
Menurut pengamat ekonomi Aris Sunandes, perilaku konsumtif bisa dihindari dengan memberikan batasan-batasan diri. Ada atau tidaknya internet, jika seseorang memiliki gaya hidup yang konsumtif, sifat itu akan terus melekat.
“Jadi yang melabeli apakah seseorang konsumtif ya diri kita sendiri. Caranya dilihat dari apa yang dibutuhkan, bukan dari yang diinginkan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Selasa (23/1).
Perkembangan internet, sambung Aris, bisa memunculkan keinginan seseorang untuk melakukan pinjol. Bisa juga memanfaatkan fitur Paylater atau beli sekarang bayar nanti. Dalam ekonomi , hal itu tetap dianggap utang.
Fitur itu menawarkan berbagai kemudahan. Yakni, seseorang bisa membeli barang dengan sistem kredit atau menyicil. Hal itu tentu bisa membuat seseorang tergiur.
Untuk itu, antisipasi harus cermat dilakukan. ”Jika merasa tidak mampu ya jangan pinjam. Tidak dipungkiri memang pinjol dan Paylater itu menggoda,” ujarnya.
Aris menambahkan, sifat konsumtif bisa terjadi karena lifestyle mewah. Bisa juga karena fear of missing out (FOMO). Yaitu, takut merasa tertinggal dari tren yang marak terjadi.
Dengan begitu, untuk memenuhi lifestyle mewah itu, seseorang mudah terpikat dengan pinjol atau Paylater.
“Namun, tetap kembali lagi ke diri kita masing-masing. Batasan-batasan itu harus tegas diterapkan pada kita masing-masing agar tidak terjerat pinjol dan sebagainya,” tandasnya. (ink/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila