Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Jawara Kangmas Diajeng Kota Blitar 2024, Motor Darrel Dimasuki Ular, Lidiya Sempat Hilang Harapan

M. Luki Azhari • Rabu, 6 Maret 2024 | 23:00 WIB
GIGIH: Darrel Imanuel Purnomo (kiri) dan Lidiya Putri Nabilah (kanan) usai menjuarai ajang Duta Wisata Kangmas Diajeng Kota Blitar 2024, Sabtu (2/3) lalu.
GIGIH: Darrel Imanuel Purnomo (kiri) dan Lidiya Putri Nabilah (kanan) usai menjuarai ajang Duta Wisata Kangmas Diajeng Kota Blitar 2024, Sabtu (2/3) lalu.

KOTA BLITAR - Para jawara ajang Kangmas Diajeng Kota Blitar 2024 punya kisah menarik selama mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Blitar. Dari momen menegangkan dan sedih. Itulah yang membuat motivasi mereka kian terpacu.

Euforia masih dirasakan Darrel Imanuel Purnomo dan Lidiya Putri Nabilah pasca memenangi ajang Duta Wisata Kangmas Diajeng. Maklum, pesta kemenangan itu mereka rasakan pada Sabtu (9/3) lalu. Suasana grand final yang meriah berpadu haru di Gedung Kesenian Aryo Blitar masih membekas di benak mereka.

Pasangan kangmas diajeng ini melenggang mulus ke babak puncak setelah di babak pendaftaran dan penyisihan menyingkirkan sekitar 100 peserta potensial lainnya. Gelar tersebut sangat berarti bagi Darrel dan Lidiya. Utamanya dalam memperkenalkan kekayaan pariwisata Bumi Bung Karno lebih luas.

Meski larut dalam kebahagiaan, cerita tak masuk logika sempat dialami Darrel, warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo. Pelajar yang masih duduk di bangku kelas XII SMA ini mengaku mengalami kejadian mengejutkan sebelum prakarantina. Seekor ular berukuran sedang melingkar di sela-sela mesin motor yang dia gunakan. Itu baru diketahui saat dirinya berkendara beberapa ratus meter dari parkiran motor.

"Pas saya jalan, keluar ularnya. Posisinya di bawah jok motor, mesin-mesin gitu. Saya cerita ayah ibu, katanya pertanda baik," katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin (5/3).

Meski sudah mendapat kata-kata penenang dari orang tuanya, Darrel tetap cemas. Imbasnya, pemuda yang hobi bermain keyboard ini sempat khawatir dalam melakukan kegiatannya dan takut terjadi hal yang tak mengenakkan. "Intinya jadi lebih waspada. Akhirnya jadi kepikiran juga. Tetap konsultasi aja ke ortu, pilih fokus ke tahap prakarantina," sambungnya.

Pemuda 17 tahun ini sebelumnya tak menyangka menyandang gelar kangmas. Pasalnya, dia sempat mempertimbangkan saat diajak rekannya. Dia pun memilih turut serta atas dukungan ortu dan guru. Tak banyak yang dipersiapkan olehnya.

Barulah ketika jumlah peserta makin mengerucut, dia mulai serius. Kunjungan ke Kampung Bathok membuatnya terpikat dan menjadikan produk tersebut untuk dibahas di hadapan dewan juri. "Visi-misinya, saya ada program Sambang Bareng Nuel. Supaya anak muda lebih cinta budaya Kota Blitar. Saya semakin ke sini ingin potensi wisata ekonomi kreatif meningkat," jelas anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Cerita unik lainnya juga diungkap pemegang gelar diajeng tahun ini, Lidiya Putri Nabilah. Perempuan berusia 18 tahun ini sempat merasa hilang harapan kala berada di tengah persaingan yang begitu ketat. Apalagi, kegiatan yang begitu padat membuatnya sempat ingin menyerah.

Meski sempat berada di posisi kurang nyaman, dia bisa menahan diri. Dia yakin kesabaran adalah kunci tampil maksimal. Terlebih, ajang Kangmas Diajeng adalah impiannya sejak masih kecil. "Ini bukan ajang kecil. Jadi, beberapa momen saat belajar pasti capek, bahkan nangis. Karena susah atur waktu. Pagi sampai malam. Aku sempat hopeless," tutur warga Kelurahan/Kecamatan Sananwetan ini.

Siswi kelas XII SMA ini menambahkan, persiapan dia lakukan dengan cukup. Mulai memperbanyak wawasan pariwisata serta melatih kecakapan berkomunikasi. Sebab, baginya, komunikasi adalah poin terpenting agar informasi bisa dipahami khalayak.

Salah satu momen yang membuatnya sempat tegang yakni saat interview dan presentasi. Namun, dia mampu menenangkan pikirannya. Saat presentasi, Lidiya mengusung topik pelestarian dan popularitas Barongan Kucingan khas Kota Blitar.

Dia berharap, dengan dirinya terpilih sebagai Diajeng Kota Blitar 2024, mampu membuat sektor pariwisata di Bumi Bung Karno kian dikenal secara luas. "Anak muda bisa jadi garda terdepan melestarikan barongan ini. Setahu saya, jarang dari mereka (anak muda) yang belajar. Makanya saya ingin promosikan, bahwa ini aset yang harus dilestarikan, dicintai," tandasnya. (luk/c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#kangmas diajeng Kota Blitar