Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar Gelar Talk Show Sarinah, Sambut Hari Perempuan Sedunia

Teguh Prasetyo • Jumat, 8 Maret 2024 | 17:33 WIB

 

GELAR WICARA : Para narasumber menyampaikan sesuai dengan bidangnya dalam forum talkshow bertajuk Sarinah, kemarin (7/3).
GELAR WICARA : Para narasumber menyampaikan sesuai dengan bidangnya dalam forum talkshow bertajuk Sarinah, kemarin (7/3).

KOTA BLITAR - Menyambut Hari Perempuan Sedunia kemarin (7/3), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Karno menggelar talk show bertema “Sarinah”. Diselenggarakan di Auditorium Soekarno lantai tiga, talk show membahas tentang peran penting perempuan sebagai bagian dalam pembangunan bangsa.

Talk show ini juga menjadi ajang para finalis Festival Wastra serta Festival Menulis dan Baca Puisi untuk menampilkan karya terbaiknya. Ada 300 peserta yang mengikuti acara tersebut.

Talk show Sarinah dibuka langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Ibu Nurny Syam SSos. Menghadirkan tiga narasumber, yakni Dita Faisal (mantan presenter TV Nasional), Dian Erra Kumalasari (fashion designer), dan Nahjihah Dahriayati MPsi (pakar psikologi).

Nurny Syam mengatakan, perempuan juga punya peran penting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Sosok perempuan yang bisa jadi insipirasi adalah Sarinah. Seorang pengasuh yang memiliki peran sangat penting bagi Bung Karno.

”Maka itu, mari seluruh perempuan Indonesia untuk berkontribusi membangun bangsa yang sesuai dengan keahlian bidangnya masing-masing,” ujarnya usai membuka talk show Sarinah.

Setelah itu, tiga narasumber yang dihadirkan menyampaikan materi sesuai tema tentang pentingnya peran perempuan untuk membangun bangsa melalui wastra, kesehatan mental, serta lingkungan. Menurut fashion designer Dian Erra Kumalasari, Festival Wastra sangat bermanfaat bagi perkembangan dunia fesyen di Indonesia. Khususnya bagi kaum perempuan.

”Karena bagaimanapun, penenun atau perajin kain tradisional adalah perempuan. Di sinilah peran penting perempuan sebagai pembangun bangsa melalui tradisi dan budaya. Maka, mari kita dukung perempuan dalam daya saingnya yang luar biasa ini,” ungkapnya.

Sejalan dengan Dian, pakar psikologi Nahjihah Dahriayati berpesan kepada seluruh peserta dan perempuan Indonesia agar turut sumbangsih dalam menjaga dan menciptakan kesehatan mental.

“Dengan demikian, perempuan Indonesia bisa terus berdaya dan sukses dalam pembangunan di Indonesia,” imbuhnya.

Dita Faisal juga mengajak para perempuan Indonesia untuk mandiri dan percaya diri dalam menjalankan aktivitas sesuai potensi masing-masing. Baginya, perempuan yang hebat tidak harus berada di belakang.

”Kini sudah saatnya perempuan ikut terlibat aktif dalam isu lingkungan dan menciptakan kebaikan melalui lingkungan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno juga memberikan penghargaan kepada lima penulis dan pembaca puisi terbaik. Selain itu, juga penghargaan kepada tiga pemilik wastra Nusantara terbaik dari seluruh peserta. (guh/C1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#hari perempuan #UPT perpustakaan Proklamator bung karno #Talk show #psikologi