Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Upaya Warga Blitar Ini Lestarikan Alam Sekitar, Selamatkan Sumber Mata Air dengan Pohon Beringin

Mila Inka Dewi • Selasa, 12 Maret 2024 | 14:00 WIB
PEDULI LINGKUNGAN: Samsul Arifin menyiapkan bibit-bibit tanaman di greenhouse miliknya. Salah satunya adalah bibit beringin.
PEDULI LINGKUNGAN: Samsul Arifin menyiapkan bibit-bibit tanaman di greenhouse miliknya. Salah satunya adalah bibit beringin.

BLITAR - Berawal dari pengalaman mengunjungi sejumlah sumber mata air di Blitar yang kondisinya memprihatinkan, Samsul Arifin menggagas gerakan menanam pohon di sejumlah kawasan di kampung halaman di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.

Dulu, sumber mata air sangat dekat dengan kehidupan Samsul. Menurut dia, warga sekitar memanfaatkan sumber mata air untuk keperluan sehari-hari. Mulai dari mandi, mencuci pakaian, hingga wahana bermain bagi anak-anak. 

Pasalnya, sumber mata air terkenal jernih, airnya melimpah, serta sejuk karena berada disekitar pepohonan. Namun, pengalaman berbeda dirasakan Samsul beberapa tahun terakhir.

Banyak sumber mata air yang daerahnya berubah jadi gersang. Selain itu, banyak sumber mata air yang kurang terawat. Hal ini berakibat pada menurunnya kuantitas dan kualitas mata air.

"Sebenarnya di kota banyak sumber mata air. Tapi mayoritas berada di area perumahan warga. Karena lokasinya sempit, jadi tidak terjangkau," katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar ini, Senin (11/3).

Khawatir dengan kondisi sumber mata air yang memprihatinkan, Samsul dan rekan-rekan relawan lain, mulai melakukan pelestarian sumber mata air. Fokusnya, selain melakukan perawatan juga menemukan sumber mata air baru.

Samsul mengatakan, pelestarian sumber mata air dilakukan dengan menanam pohon beringin. Sebab, pohon beringin merupakan tanaman pelindung air.

Batangnya bisa menyimpan dan mendekatkan air ke permukaan tanah. "Bibitnya dulu kami cari atau beli. Sekarang kami bisa membudi dayakan sendiri," jelasnya.

Samsul dan rekan-rekannya tidak hanya membudidayakan bibit beringin, tetapi juga beragam tanaman lain yang berfungsi untuk pelestarian alam. Selain di kawasan sumber mata air, pohon-pohon utamanya ditanam di dataran tinggi.

Di greenhouse miliknya terdapat ratusan bibit tanaman siap tanam. Selain membudidayakan sendiri, dia juga menerima sumbangan tanaman dari masyarakat.

Serta, siapa saja bisa mengambil bibit tanaman itu secara cuma-cuma. Asalkan, mampu merawat tanamam-tanaman itu dengan baik. 

"Siapa saja bisa menyumbang atau memgambil bibit tanaman di sini. Kami terbuka untuk masyarakat," jelasnya.

Selain melakukan reboisasi juga memberikan edukasi ke sekolah-sekolah. Selain bibit tanaman, Samsul juga memberi edukasi cara mengolah limbah menjadi bensin.

Alatnya dia buat sendiri dengan rekan-rekan lain. Meski belum sempurna, setidaknya bisa sedikit membantu untuk menjaga lingkungan. 

Sekaligus, lanjut dia, memberikan edukasi kepada generasi muda pentingnya menjaga ekosistem alam.

"Yang terpenting dimulai dari hal-hal kecil dulu. Sambil bermain sekaligus belajar mengenal lingkungan," bebernya. 

Kegiatan lain yakni bersih- bersih sungai. Biasanya ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah.

Tak jarang bersih sungai berasal dari inisiatif sendiri berdasarkan survei beberapa hari sebelumnya. Sehingga ada pertimbangan sebelum melakukan kegiatan tersebut. 

Misalnya, dalam kegiatan menanam pohon selain survei lokasi juga mempertimbangkan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Sebab, tanaman jika dipindahkan membutuhkan waktu untuk beradaptasi di tempat baru.

Sehingga butuh perawatan secara teratur. "Ada yang mau merawat atau tidak. Kan percuma kita tanami pohon kalau tidak dirawat. Menanam itu mudah, yang sulit konsisten untuk merawat," tandasnya. (*/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#menanam pohon #sumber mata air #Kota Blitar