BLITAR - Menggambar menjadi salah satu kegiatan untuk mengisi waktu luangnya. Melalui komik bertema kearifan lokal hingga lingkungan.
Uky Tantra tak sekadar bercerita, tetapi juga menjejalkan pesan moral dan edukasi kepada masyarakat. Karya komiknya kini mengisi halaman Jawa Pos Radar Blitar edisi Minggu.
Kertas gambar putih berukuran A4 itu menjadi medianya untuk menuangkan ide-ide kreatifnya.
Dengan pensil dan bolpoin sederhana, dia mulai menggoreskan sebuah objek gambar di kertas itu.
”Saya awali dengan sketsa dulu agar tidak salah. Setelah itu, baru disempurnakan dengan bolpoin,” kata Uky Tantra kepada Jawa Pos Radar Blitar, Minggu (7/4) pekan lalu.
Objek yang digambar adalah komik bertema kearifan lokal. Dia menamakan karyanya dengan Komik Mblitaran yang kini telah menjadi salah satu rubrik rutin tiap Minggu di Jawa Pos Radar Blitar. Tokoh karakter utama dalam komik tersebut adalah Kresekmen.
Ya, Kresekmen merupakan sosok pahlawan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Karakter superhero diciptakan untuk menumpas keburukan buang sampah sembarangan.
Berbagai cara dilakukan superhero tersebut untuk menyadarkan manusia dari kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Uky mengungkapkan, komik lokalan tersebut lahir dari keresahan terhadap aktivitas lingkungan yang mengancam kehidupan manusia di masa depan.
Khususnya masa depan lingkungan di Blitar Raya. ”Tema yang saya angkat kebanyakan memang soal lingkungan. Misi utama saya mengedukasi. Menggugah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya,” terang pria 36 tahun ini.
Lewat tangan terampilnya itu, Uky menggambarkan suatu cerita tentang sebab akibat dari pencemaran dan kerusukan lingkungan.
Serta, tindakan-tindakan yang dapat membahayakan lingkungan dan upaya pencegahannya.Tema cerita yang diangkat seputar kasus lingkungan di Blitar Raya.
Beberapa kasus yang pernah diangkat, yakni tentang pencemaran sungai akibat pembuangan limbah produksi tahu di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo. Kemudian, kehidupan manuk kuntul di Alun-Alun Kota Blitar yang terancam punah akibat aktivitas lingkungan manusia.
”Saya angkat isu lokal yang menarik di masyarakat. Terkadang saya sisipkan tentang sejarah sejarah Blitar. Pokoknya tema yang melokal,” tutur warga Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan ini.
Menurutnya, isu tentang lingkungan menarik untuk diangkat dan disebarkan kepada khalayak.
Sebab, kelestarian lingkungan penting untuk masa depan anak-cucu kita kelak.
”Isu lingkungan itu sesuatu yang akan dihadapi semua orang sepanjang masa. Maka perlu adanya edukasi yang terus menerus,” terangnya.
Dengan komik edukasi yang dikemas dengan jenaka, Uky ingin membuat orang tak sekadar teredukasi, tetapi juga merasa terhibur. Tak merasa intimidatif ataupun menggurui.
“Aku hanya ingin masyarakat Blitar bangga dengan Blitarnya. Kehebatan orang-orang Blitar, keindahannya, keagungan sejarahnya, serta budayanya bisa memberi rasa cinta terhadap kotanya sendiri dan menjaganya dengan keikhlasan serta sepenuh hati,” ungkap guru di salah satu sekolah swasta ini.
Kecintaan terhadap dunia menggambar terus mendorongnya untuk tetap berkreasi. Mengekspresikan ide-ide yang terlintas dalam imajinasi.
Selain itu, juga memperkenalkan komik-komik lokal karya komikus atau seniman lokal.
Ya, seperti diketahui kalangan generasi muda saat ini lebih mengenal komik-komik dari luar negeri seperti anime.
Lewat karya komik lokal, Uky ingin bernostalgia kala dulu pernah ada komik seru dan lucu di media cetak koran.
”Ya, seperti zaman dulu. Aku yang suka mengkliping komik-komik dari koran memperkenalkan kepada masyarakat Blitar bahwa ada seniman Blitar yang keren dengan karyanya,” ucapnya. (*/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila