Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tak Pulang di Momen Lebaran, PMI Asal Blitar Ini Ingat Kampung Halaman dan Jajanan Tradisional  

Mohammad Syafi'uddin • Rabu, 17 April 2024 | 17:05 WIB
MENGAIS REZEKI: Salah satu PMI di Malaysia Herji, tak bisa lebaran di kampung halaman
MENGAIS REZEKI: Salah satu PMI di Malaysia Herji, tak bisa lebaran di kampung halaman

BLITAR - Menjadi pegawai migran Indonesia (PMI) tentu tidak mudah. Terutama ketika upacara keagamaan seperti salat Id dan perayaannya. Berbeda ketika berada di kampung halaman mereka.   

Negara Malaysia memiliki budaya tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Di negeri tersebut, mayoritas masyarakatnya beragama Islam sehingga budaya salat Id dan bertamu sesudah salat itu masih bisa dilakukan.

“Kalau di Malaysia itu ibadah salat Id berada di aula KBRI. Dimulai pukul 7.30 pagi waktu Malaysia. Pukul 11.00 melakukan halalbihahal di wisma kedutaan,” jelas salah satu PMI asal Blitar, Herji.  

Memiliki agama mayoritas sama, menjadikan masyarakat muslim dari Indonesia mudah dalam beribadah.

Dia mengaku bahwa budaya Lebaran di Malaysia dan di Indonesia memang berbeda. Tetapi ada yang menyamakan keduanya, yakni budaya berkunjung antar-rumah.

“Kami itu saling mengunjungi. Kadang ke rumah-rumah yang disewa, atau ke WNI yang sudah memiliki rumah atau perusahaan di negeri ini,” jelasnya.

Lebaran selalu menjadi momen tidak tergantikan. Tidak jarang ada makanan-makanan khas Indonesia yang wajib hadir dalam perayaan ini.

Heri, sapaan akrabnya, di Malaysia merasa bersyukur. Karena dengan negara yang berdekatan, apa yang ada di pulau Jawa selalu dia dapatkan di negeri tempatnya bekerja. Mulai dari makanan sampai budaya yang ada di Malaysia.

“Di sini itu ada berbagai macam makanan Indonesia. Bahkan, pasar tradisional mini Chow Kit di Malaysia ini biasa disebut mini Jakarta.

Lantaran yang jualan itu orang Indonesia, orang Jawa, dan medan. Bahkan ya, jajanan tradisional seperti getuk atau cenil yang ada di Jawa itu di sini ada,” ungkapnya.

Pria yang bekerja di Kuala Lumpur selama 37 tahun ini merasa bahwa di Malaysia dan Indonesia tidak jauh beda.

Baca Juga: Mengenal Uky Tantra, Komikus Lokal Blitar, Coba Eksis Angkat Isu Lingkungan, Gugah Masyarakat Lewat Gambar

“Soalnya saya pemegang permanen resident Indonesia, makanya bisa selama itu. Terkadang baru sadar ketika menguruskan parpor sesama PMI di sini,” jelasnya.

Dengan lamanya berada di negara tetangga, berbagai pengalaman usaha telah dilalui. Mulai dari renovasi bangunan, hingga kini bergerak di bidang sosial dan sesekali berjualan jasa.

“Terkadang saya itu bantu TKI yang kehilangan dokumen paspor atau mengurus dokumen paspor kedutaan. Mengurus TKI sakit atau meninggal untuk pemulangan,” ujarnya. (*/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#blitar #PMI #lebaran #malaysia