BLITAR - Pahit dan manis menggeluti dunia cosplayer anime sudah jadi makanan sehari-hari Akiara Reiko. Berbagai celaan yang dia dapat di awal berkarir, membuatnya termotivasi hingga sukses menyita perhatian ribuan penggemar. Peluang meraup cuan pun dia manfaatkan.
"Di balik usaha keras dan konsistensi, pasti keberhasilan akan datang," kata Akiara Reiko, cosplayer anime warga Blitar.
Afirmasi inilah yang selalu jadi motto hidup Akiara. Perjalanannya merintis dunia kreator konten cosplay alias costum play ini penuh suka nan duka.
Perempuan bernama asli Helda Maqul Lata’ Iva ini menjajaki aktivitas yang lekat dengan anime Jepang sejak 2018. Di tahun itulah Akiara memulai debutnya meski bermodal minim. Nama Akiara Reiko merupakan nama panggungnya.
Perjalanan awal Akiara Reiko ini dimulai saat dirinya gemar menonton tayangan anime di televisi. Sejak kecil, perempuan berambut sepundak ini terinspirasi dengan karakter Nezuko dalam anime bertajuk Demon Slayer. Berdandan sedemikian rupa, Akiara berusaha tampil bak karakter tersebut. Dengan kostum seadanya, dia sempat menuai cibiran dari netizen.
"Dukanya, dulu kostum low budget pernah dapat hujatan saat pertama kosplay. Kostum cuma seadanya. Insecure. Tapi tidak mematahkan semangatku," kenang perempuan 21 tahun ini.
Acara pentas cosplay di sejumlah daerah di Jatim memang menjamur. Tak terkecuali di Blitar raya. Namun, dia mengakui sejak awal memutuskan sebagai cosplayer, jarang terjun ke setiap acara. Selama ini konten miliknya diproduksi di rumah, studio foto, dan spot lainnya berkolaborasi dengan cosplayer lain.
Meski sempat menelan kenyataan pahit, perempuan dua bersaudara ini enggan menyerah. Dia justru memperkaya dirinya dengan keahlian lainnya.
Akiara nekat mengikuti kursus menjahit supaya bisa memproduksi kostum mandiri. Dalam kondisi yang serba terbatas, kemampuan menjahit jadi solusi jitu memangkas biaya membeli kostum.
"Aku sampai kursus jahit biar bisa punya kostum sendiri. Sampai sekarang Alhamdulillah bisa bikin kostum. Kemudian styling rambut palsu juga biar bisa persis dengan anime," paparnya.
Kini tak kurang 30 kostum dengan berbagai karakter anime menggantung rapi di rak lemari. Bukan hanya sukses memanjakan mata penikmat anime dengan dandan bak tokoh animasi, Akiara juga membuka peluang cuan.
Dia beberapa kali dipercaya menjadi promotor aneka produk, serta sukses bikin usaha rental busana anime.
"Makin kesini terus memperkaya diri dengan ilmu baru. Juga rental busana. Ramai saat ada event di Blitar. Alhamdulillah banget, bisa terwujud," aku perempuan tamatan SMP ini.
Melalui usaha kerasnya itu, Akiara seolah ingin menegaskan bahwa tiap anak muda punya potensi masing-masing dalam berkarya. Meski anime identik dengan Negeri Sakura, dia tidak melupakan budaya leluhur, Jawa dan Nusantara.
"Tidak semua cosplayer itu negatif. Artinya, tidak hanya menyenangkan diri sendiri. Aku pinginnya bermanfaat. Bisa memotivasi anak-anak berkarya di bidangnya. Aku pribadi tidak berhenti, terus tumbuh," tandasnya. (*/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila