Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cara Mochammad Saddam Husain Bantu Ekonomi UMKM Lewat Fotografi, Ciptakan Foto Produk Lokal yang Menarik

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 26 April 2024 | 16:04 WIB

 

 

BERBAKAT: Saddam memiliki ketertarikan pada dunia fotografi dan bermimpi jadi fotografer profesional.
BERBAKAT: Saddam memiliki ketertarikan pada dunia fotografi dan bermimpi jadi fotografer profesional.

BLITAR - Fotografi dapat merekam peristiwa hingga memasarkan sebuah produk dengan tampilan yang menarik.

Karena itu, Mochammad Saddam Husain warga Desa Langon, Kecamatan Ponggok, ini sedang memperdalam ilmu fotografi sehingga bisa bermanfaat bagi orang di sekitarnya.

Sebagai finalis Gus Jeng Kabupaten Blitar, Mochammad Saddam Husain tidak hanya fokus berkecimpung di dunia modeling dan pembawa acara. Ternyata, salah satu duta wisata berbakat ini juga mendalami dunia fotografi.

Dia menceritakan pengalamannya ketika memotret tragedi petasan di Sadeng, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok pada Februari 2023 lalu. Bahkan hasil fotonya dipamerkan dalam diesnatalis Institut Senin Indonesia (ISI) Yogjakarta, tempatnya berkuliah.

“Saya mendokumentasikan tragedi petasan itu karena ada tugas kuliah. Jadi semacam foto documenter. Salah satu topik yang bisa diangkat terkait isu sosial. Kebetulan saat itu ada tragedi petasan dan dekat rumah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (25/4/2024).

Dia menganggap tragedi petasan itu menarik untuk diabadikan dengan maksud bisa memberikan kesadaran serta kewaspadaan kepada masyarakat. Adanya kabar ledakan itu membuat Saddam pulang kampung untuk mengabadikan momen. Dia tiba setelah hari kejadian.

Saddam datang di lokasi ledakan pada hari keempat pasca kejadian. Masih terlihat banyak puing-puing bangunan dampak ledakan obat mercon yang menunjukkan bekas kejadian yang begitu dahsyat.

Dia sempat tercengang dengan dampak yang ditimbulkan ledakan petasan hingga menimbulkan korban jiwa lebih dari satu orang tersebut.

Saddam mengaku senang tugas memotret peristiwa tersebut. Apalagi karyanya dipamerkan dalam acara diesnatalis kampus. ”Ada puluhan foto saya yang dipamerkan karena dikemas dengan buku album foto. Disajikan sebagai foto documenter berseri,” ungkap pemuda 22 tahun ini.

Banyak momen yang direkam oleh Saddam di tragediu ledakan petasan itu. Seperti puing-puing bangunan rumah, pemberian bantuan, aktivitas warga pasca kejadian hingga masyarakat luar yang antusias melihat lokasi kejadian. Dia pun turut merasakan kesibukan dan semua perasaan yang ada di lokasi kejadian.

Dunia fotografi sudah digemari Saddam sejak dibangku SMP. Bahkan setiap bermain dengan teman-temannya sering membawa kamera.

Di jenjang SMA dia masuk ekstrakurikuler fotografi. Dari situ terus mendalami dunia visual dan mendapatkan relasi dari alumni-alumni sekolahnya.

Sejak SMA Saddam sudah sering ikut dan menjuarai lomba fotografi. Lantas pada 2021 dia memantapkan diri untuk masuk Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan fotografi.

“Sebelum kuliah saya bekerja di studio foto di Kota Kediri. Di situ saya dikenalkan cara menghadapi klien,” tutur Saddam.

Kini Saddam memanfaatkan keahliannya dengan menjadi fotografer fashion, kampanye dan produk yang mengarah komersil. Usaha fotografinya itu didanai oleh kampus.

Itu setelah lolos progam mahasiswa wirausaha. Misi utamanya adalah membantu pelaku UMKM menciptakan foto produk yang menarik perhatian.

Dalam menjalankan usaha itu dia memasang tarif yang ramah di kantong. “Ke depan saya akan bangun usaha foto komersil. Seperti wedding dan membantu UMKM di Blitar sehingga ilmu yang saya dapat bermanfaat untuk orang lain,” harapnya. (*/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#fotografi #Gus Jeng Kabupaten Blitar #pembawa acara