Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Daniel Lim, Antara Usaha dan Hobi, Warga Blitar Ini Mimpi Tembus Six World Major Marathon

Fajar Rahmad Ali Wardana • Minggu, 28 April 2024 | 18:16 WIB

Daniel Lim saat mengikuti marathon di London 
Daniel Lim saat mengikuti marathon di London 

BLITAR - Mimpi besar dimiliki Daniel Lim, anggota Patria Runner yang baru saja mengikuti Abbott World Major Marathon di London seminggu lalu.

Dia ingin meraih predikat dan medali khusus berlabel six stars nisher dengan mengikuti acara maraton di 6 kota dunia. Yakni, Berlin, London, Tokyo, Chicago, New York, dan Boston.

Hingga kini, Daniel sapaan akrabnya telah mengikuti maraton di Berlin pada 2023, kemudian di London pada 21 April lalu. 

Baca Juga: Ahrian Festyananda Ketua Umum ASKI Blitar Raya, Tak Pelit Bagi Ilmu Kopi, Ini Rahasianya

Dengan begitu, kurang empat event maraton lagi yang harus dilakoninya untuk menembus mimpinya itu.

Saat ini, dia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti maraton di Chicago pada Oktober 2024 mendatang.

“Setiap event lari yang saya ikuti, harus ada persiapan khusus. Itu untuk melatih fisik. Seminggu minimal lima kali dengan jarak minimal 5 kilometer (km).

Harus menjaga daya tahan tubuh dengan makanan sehat. Saya persiapan maraton di London, berat badan saya bisa turun 15 kilogram (kg),” kata Daniel, ketika ditemui di kantornya kemarin.

Baca Juga: Cara Mochammad Saddam Husain Bantu Ekonomi UMKM Lewat Fotografi, Ciptakan Foto Produk Lokal yang Menarik

Daniel menuturkan, menjadi satu-satunya pelari amatiran yang bersaing dengan atlet profesional pada maraton ini, dia tak hanya mampu bersaing, tapi juga mampu masuk 10 besar pelari Indonesia. 

Selain latihan fisik, mental harus tetap yakin untuk meraih finishdengan maksimal. Butuh persiapan yang matang untuk ikut maraton.

Tidak hanya berhari-hari atau bulan. Persiapan maraton telah dilakoninya sejak 2019, hingga siap untuk ikut di Berlin dan London.

“Untuk maraton di London, tantangannya cuaca dengan suhu 6 derajat dan angin yang kencang. , pelari Indonesia terbiasa dengan cuaca tropis sehingga banyak yang kedinginan ikut lari di London,” ujar Daniel.

Baca Juga: Mengenal Naam Firmansyah, Dulu Nekat Bongkar Stik PS dan Kursus Tuser, Sekarang Jadi Pengusaha

Rute tidak terlalu berat dan lebih flat daripada yang ada di Indonesia. Tantangan lain, dia harus lari berimpitan dengan pelari lain.

Karena, ada 57 ribu pelari yang ikut dalam maraton ini. Bila lengah sedikit pasti akan ditabrak oleh pelari lain dan risikonya tinggi.

Laki-laki 40 tahun ini akhirnya menyelesaikan 42 km rute lari di London dengan waktu tempuh 3 jam 19 menit.

Dengan raihan itu, dia menempati peringkat 8 dari 272 pelari Indonesia yang ikut dalam kegiatan tersebut. Namun, dari 57 ribu pelari yang ikut maraton, Daniel bisa meraih finis urutan 7.000.

Baca Juga: Iseng, Pasutri asal Kanigoro ini Hasilkan Ratusan Juta dari Penjualan Karya Batik

“Dibandingkan dengan maraton sebelumnya yang saya ikuti di Berlin, justru lebih sulit di London. Sebab, cuaca di Berlin 15 derajat. 

Cuacanya sejuk sehingga tidak sedingin ketika di Inggris. Suhu cuaca yang menjadi tantangan utama. Namun, capaian finis lebih bagus di London, sedangkan di Berlin 3 jam 23 menit,” ungkapnya.

Menariknya, Daniel Lim tampil pada event di London ini dengan memakai jersey Patria Runner bergambar Soekarno.

Baca Juga: Efek Reuni SMAN 1 Blitar Angkatan 2004, Terbentuk Komunitas Bisnis IKASABA untuk Jalin Jejaring Usaha

Tidak hanya itu, dia juga memakai blangkon yang selalu menempel di kepalanya selama berlari. Hal ini tentu mengundang perhatian bagi pelari lain. Terutama yang berasal dari Indonesia.

Sebelum ikut maraton, Daniel juga sempat diundang oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia untuk Inggris. Dari situ, dia bertemu peserta maraton lain asal Indonesia dan makan bersama. 

“Saya banyak bertemu artis Indonesia di rumah dinas kedubes, sehingga bisa bertukar cerita. Sempat foto-foto dengan Raffi Ahmad, Daniel Mananta, Febby Rastanty, Andika Pratama, dan lainnya,” pungkasnya.(jar/c1,ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#marathon #london #medali #Patria Runner