Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Daniel, Pembuat dan Kolektor Kostum Tokoh Film Pahlawan Jepang Asal Blitar, Kerap Gagal dan Butuh Kejelian Tinggi

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 8 Mei 2024 | 18:00 WIB

 

UNIK: Daniel beraksi cosplay kostum Super Sentai Google V.
UNIK: Daniel beraksi cosplay kostum Super Sentai Google V.

BLITAR - Cosplay tidak harus selalu anime. Namun, bisa dengan memakai kostum pahlawan Jepang seperti Super Sentai dan Kamen Rider. Hal itu dilakukan Daniel, warga Jalan Anggrek, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, hingga membuat aneka kostum.

Tidak banyak orang yang kini masih menyukai tokoh film serial pahlawan asal Jepang. Termasuk Super Sentai, Kamen Rider, Satria Baja Hitam, Kera Sakti, Gaban, dan lain sebagainya.

Bahkan, ada warga Kota Blitar yang mengoleksi dan membuat kostum para pahlawan tersebut. Dia bernama Daniel, warga Kelurahan/Kecamatan Sukorejo.   

Saking hobinya, dia pun memproduksi dan unjuk gigi di sejumlah kejuaraan kostum pemeran cosplay. Koleksi kostumnya  banyak dan jika dihitung ada belasan helai lebih dengan berbagai karakter.

Contohnya, kostum Kamen Rider Kuuga, Kamen Rider Agito, Kamen Rider Accel,  Spiderman, dan Power Ranger Goggle Black. Tidak hanya itu, dia juga mengoleksi kostum tokoh film Kera Sakti alias Sun Go Kong.

"Kalau yang murni saya bikin ada enam. Lainnya ada yang bantuan dan milik teman. Saya memang senang membuat kostum dan mengoleksinya. Seperti menjadi pahlawan ketika memakai kostum pahlawan itu,” ujar Daniel.

Daniel menceritakan awal mulai hobi kostum pahlawan asal Jepang ini. Yakni, ketika usianya masih sekolah dasar (SD), dia memang hobi menonton film-film aksi Jepang.

Bahkan sudah hafal dengan jadwal tayang di televisi. Ada beberapa tokoh yang menjadi favoritnya seperti Super Sentai Goggle Black, Dai Sentai Goggle V.

Dari hal itu, timbul niatnya untuk membuat kostum pahlawan sendiri. Pasalnya, beberapa tahun lalu memang jarang yang bisa membuat dan menjual kostum tersebut. Jika ada, harganya cukup mahal hingga jutaan.

Daniel berusaha mencari waktu untuk membuat kostum sendiri. Namun, dia kerap gagal dan kurang puas. Hingga akhirnya pada 2010, dia memutuskan untuk kerja keras membuat kostum.

"Untungnya waktu itu ada teman di Blitar dan Malang yang membantu. Sejak saat itu ada gambaran dan semangat untuk membuat kostum pahlawan asal Jepang. Namun ternyata tidak mudah membuatnya, karena dibutuhkan kejelian tinggi,” ungkapnya.

Dalam membuat kostum, bahan-bahan yang disiapkan seperti busa hati, eva foam, cat, gunting, pensil, atau spidol. Selain itu juga menggunakan kulit imitasi hingga aquaproof. 

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah karakter tokoh. Sebab, setiap tokoh memiliki karakter dan pernak-pernik yang berbeda.

Dia menjelaskan, pembuatan kostum diawali dengan membuat pola. Selanjutnya tinggal memotong sesuai dengan gambar tokoh yang diinginkan.

Pengerjaan terakhir yang menyita waktu adalah memberi warna dan membuat pernik-pernik pahlawan Jepang yang cukup banyak.

"Inilah yang sulit. Kadang satu kostum saja bisa memakan waktu dua bulan. Tergantung mood juga. Ada yang 2 minggu sudah selesai. Seperti Kamen Rider, cepat pengerjaannya karena simpel," jelasnya. 

Saat ini, ada 12 kostum di rumahnya. Sebagian miliknya, ada pula punya teman dari Malang. Dari awalnya hanya membuat dan mengoleksi,  ternyata ada sejumlah agenda kejuaraan cosplay. Karena telah menjadi hobi, Daniel kerap mengikuti kejuaraan kostum cosplay di sejumlah daerah.

“Saya pernah ikut lomba dan tampil di acara cosplay di Malang, Tulungagung, Surabaya, dan beberapa daerah lain. Lumayan, mulai juara harapan hingga peringkat teratas. Lama soalnya. Saya sedikit lupa," pungkasnya.(*/c1/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#anime #pahlawan #kostum #jepang #Kota Blitar