Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pengalaman Pahit Reta jadi Modeling, Sempat Terima Perundungan dan Tak Mudah Bisa Bertahan

Mohammad Syafi'uddin • Rabu, 15 Mei 2024 | 15:59 WIB
TALENTA: Anisatur Rohmah Reta Ika Wibowo tampil elegan saat sesi pemotretan.
TALENTA: Anisatur Rohmah Reta Ika Wibowo tampil elegan saat sesi pemotretan.

BLITAR - Modeling yang terlihat sempurna dan sering tampil di berbagai event, ternyata tidak mudah untuk mencapaianya. Termasuk pengalaman pahit yang pernah dirasakan Anisatur Rohmah Reta Ika Wibowo.

Anisatur Rohmah Reta Ika Wibowo sejak duduk di taman kanak-kanak (TK) sudah tidak asing dengan dunia berbau fashion show.

Berbagai acara model pernah diikuti, dari TK hingga SMA sudah ada 35 event pernah dijalani. Meski banyak pengalaman, kebanyakan event tersebut tidak mendapatkan uang tambahan.

“Saya pernah dapat juara beberapa kali, termasuk juara 3 dan juara Best Costum di Kediri. Namun hanya medali dan piagam yang saya bawa pulang,” ujar Reta, sapaan akrabnya, Selasa (14/5/2024).

Dia tetap bersyukur merasakan kondisi tersebut. Terutama saat perlahan mendapat pengalaman hidup ketika menjalani dunia modeling, sebelum akhirnya bisa mendatangkan pundi-pundi uang. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu pernah dikantongi dengan beberapa jepretan.

“Selain modeling, saya pernah menjadi model foto berbagai pakaian, jenis kaus dan outfit of the day (OOTD),” ungkapnya.

Tentu harga yang ditawarkan selalu berbeda tergantung outfit yang dikenakan. Untuk kaus pernah dapat imbalan Rp 50 sampai Rp 150 lebih. Sedangkan OOTD, satu badan dengan memakan waktu 1 sampai 2 jam pernah dapat Rp 250 ribu.

Meski nominal yang diperoleh masih belum banyak, perempuan keturunan Tionghoa ini tetap bersyukur. Lantaran diusia masih belia, sudah mampu mendapatkan uang jajan sendiri.

Tentu tidak mudah dalam menggeluti bidang modeling. Perlu kesabaran, keramahan, dan berbagai kemampuan agar bisa survive serta mampu berdiri sendiri.

Dalam jenjang karirnya, perempuan berusia 19 tahun ini pernah vakum dari modeling saat duduk di kelas 2 SD hingga 3 SMP karena pergaulan dan perundungan.

Warga Desa Dadaplangu, Kecamatan Ponggok, ini akhirnya bisa bangkit dan terhindar dari pergaulan yang salah.

Baca Juga: Pengalaman Sukmana Argo Rahayuning Dyah Tekuni Aeromodeling, Tak Berekpektasi Jadi Atlet, Satu Kelas Belum Ditaklukkan

Hingga akhirnya kelas 2 SMA menjadi titik balik dalam perubahan. Terutama ketika tergabung kembali dalam dunia modeling dan ikut event Youth Festival.

“Kembalinya saat 2 SMA, saya iseng ikut pelatihan modeling. Dari 50 hingga 60 orang yang daftar, alhamdulilah saya masuk dalam 30 orang yang lolos. Di saat itu ada berbagai pelatihan, seperti modeling yang benar, memantapkan pose, kepercayaan, dan eksplore berbagai pose selama 3 bulan.

Diakhiri dengan graduation dan tampil di kantor bupati di Kanigoro, serta dihadiri Bupati Blitar,” ungkap lulusan SMA tahun 2023 ini. (*/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#juara #pengalaman #Modeling #fashion show