Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Atasi Minat Baca Rendah dengan Kenalkan Buku sejak Usia Dini, Tambah Koleksi Dirumah Anak Agar Terbiasa

M. Subchan Abdullah • Jumat, 17 Mei 2024 | 16:39 WIB
TANAMKAN PENGETAHUAN: Membiasakan gemar membaca sejak dini sangat diperlukan untuk mengasah otak anak.
TANAMKAN PENGETAHUAN: Membiasakan gemar membaca sejak dini sangat diperlukan untuk mengasah otak anak.

BLITAR - Nurhidayah hampir tiap minggu mengajak anaknya berkunjung ke perpustakaan Bung Karno. Meski baru berusia 3 tahun, anaknya ini sudah tertarik dengan buku.

Ibu 28 tahun ini memang sengaja mendekatkan anaknya dengan buku sejak dini. Menurut dia, buku menjadi jendela dunia untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan.

”Di samping itu, buku juga cara untuk mengalihkan anak dari gadget dan obat trantrum,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (16/5/2024).

Selain rutin berkunjug ke perpustakaan, dia juga rajin membelikan koleksi buku anak-anak sebagai bahan bacaan. Dia ingin mengenalkan anak dengan buku dan membiasakan anak untuk membaca.

”Alhamdulillah, dampak yang saya rasakan ketika anak dibiasakan kenal dengan buku sangat positif. Anak jadi makin tahu dan makin tertarik dengan buku,” ujar ibu satu anak ini.

Ya, tak dipungkiri perkembangan teknologi yang pesat menggeser budaya membaca buku. Generasi milenial lebih memilih membaca informasi atau buku lewat internet atau versi digital di gadget. Kondisi tersebut juga turut memengaruhi minat baca masyarakat, khususnya anak-anak.

Berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kota Blitar, tingkat minat baca di Bumi Bung Karno masih cenderung rendah.

Hal itu terlihat dari tingkat gemar membaca (TGM) yang berada di angka 51,43 pada 2023. Angka tersebut masih dalam kategori sedang.

Sementara itu, angka indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) 2023 sebesar 41,54. Angka itu masuk kategori rendah dibanding dengan IPLM tahun 2022 yang hanya sebesar 11,37. Ada peningkatkan signifikan. Kemudian, TGM pada 2022 sebesar 47,49.

Plt Kepala Disperpusip Kota Blitar Njunariadi mengungkapkan, tingkat minat baca masyarakat di Kota Blitar memang masih rendah. Namun, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan minat baca khususnya pada anak-anak.

”Sejumlah fasilitas untuk menunjang minat baca masyarakat di perpustakaan terus kami tingkatkan. Termasuk mengikuti perkembangan dengan digitalisasi layanan dan penyediaan buku elektronik (e-book),” katanya kepada Koran ini.

Baca Juga: Penuh Inovasi, UPT SMPN 1 Nglegok Blitar, Jadikan Sekolah Penggerak Siswa Berbudaya Lingkungan

Selain itu, layanan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah juga rutin dilakukan setiap hari. Kemudian, menambah koleksi buku baru baik fiksi maupun nonfiksi. Terutama buku untuk kategori anak-anak.

Menurut dia, era serbateknologi saat ini memang harus benar-benar diantisipasi. Sebab, dampak perkembangan teknologi ibarat pisau bermata dua. Yakni, ada yang positif dan negatif tergantung pemanfaatannya.

”Karena itu, sedari dini budaya membaca itu memang harus dikenalkan kepada anak-anak. Mereka harus dikenalkan dengan buku sejak kecil. Sehingga ketika dewasa tetap punya kebiasaan baca buku,” tandasnya. (sub/c1/ady)  

 

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#meningkatkan wawasan #buku #perpustakaan #anak #membaca