BLITAR - Dunia pertanian sudah tak asing bagi Kepala Desa (Kades) Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Seniadi.
Sebelum menjadi nahkoda desa, dia sudah menggeluti pertanian sampai sekarang. "Sejak dulu sudah menjadi petani," ungkapnya.
Dia memilih buah nanas untuk ditanam di kebunnya. Itu lantaran untuk menanamnya tidak terlalu rumit.
"Asal telaten dan sabar. Karena nanas butuh waktu setengah tahun untuk panen. Tentu harus diperhatikan perkembangan tanaman dan hama," terangnya.
Dia tetap bisa membagi waktu antara layanan kegiatan warga dan bertani. Sebelum jam kantor, dia selalu menyempatkan waktu ke ladang miliknya. Meski sekadar mengecek keadaan nanas atau memberi pupuk secara berkala.
“Saya lanjutkan (ke kebun) setelah pulang bertugas dari kantor. Kebetulan letak kebun tidak terlalu jauh dari rumah.
Saya tetap bisa menangani, meskipun terkadang ada pelayanan warga di luar jam kerja. Karena di ladang kebetulan juga ada beberapa orang yang membantu,” terangnya.
Dia menegaskan, pelayanan kepada warga tetap menjadi prioritas utama. Sebab, kades mengabdi untuk warga demi kemajuan dan kesejahteraan daerah yang dipimpinnya.
"Ke ladang sekadar hiburan dan me-refresh pikiran. Pelayanan kepada warga tetap prioritas utama,” pungkasnya. (iyo/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila