BLITAR - Berawal dari hobi fotografi, Mas Nip (sapaan akrabnya) kini bisa mendapatkan tambahan pendapatan. Awal mula kerap “memegang” kamera saat di bangku kuliah. Saat itu, dia tinggal di rumah kontrakan Bersama beberapa teman dari jurusan desain komunikasi visual (DKV).
“Itu kebetulan, soalnya temen-temen kos kebanyakan jurusan DKV dan hanya aku yang bukan. Berawal dari penasaran dan sering diajak hunting foto, saya ketagihan dan ingin mendalami dunia fotografi,” ujarnya.
Dari yang hanya ikut-ikutan, akhirnya semakin tertarik untuk mendalami seni fotografi. Dan kemudian, setelah mulai menguasai ilmu dasar fotografi serta sering praktik, beberapa hasil jepretannya mulai kerap diikutkan dalam lomba-lomba foto. Hingga pernah menjuarai sebuah lomba foto.
“Itu adalah hadiah pertama saya di dunia fotografi, itu hadiahnya adalah kamera kamera mirroles. Ini kamera yang saya miliki untuk pertama kali, karena sebelumnya masih pinjam teman-teman,” ungkapnya.
Dalam perjalanannya, dia tak menafikan jika berkarir di dunia fotografi blitar masih belum terlalu menjanjikan.
Apalagi dengan perkembangan teknologi smartphone yang membuat semua orang bisa menjadi mengambil foto dengan hasil yang bagus. “Fotografi bukan hanya soal uang bagi saya, melainkan kepuasan dalam mengulik imajinasi.
“Jika hobi ini bisa mendapatakan pendapatan itu poin plus. Namun jikapun tidak mendapatakan pendapatan tidak apa-apa, karena memang aku suka fotografi, dan ada pekerjaan lain juga yang saya geluti,” tuturnya.
Tidak banyak teknik yang diutarakan. Dia sendiri cenderug lebih suka fotografi bertemakan event atau acara.
Selain itu, ada juga berbagai aliran yang sering dianut fotografer, sepertoi street fotografi, ekspresif ataupun fotografi kereta.
“Dalam dunia fotografi itu yang penting sering-sering praktik foto. Nanti bisa nemu karakternya dimana. Bahkan gear, lensa itu tidak terlalu penting. Yang penting basic dan imajinasi hingga membentuk komposisi yang pas,” ujarnya.
Basic segitiga eksposure yang dia maksud seperti ISO, aperture, ataupun shutter. Selain itu komposisi dalam binkai kamera juga harus diketahui.
Dengan memenuhi pedoman-pedoman tersebut, foto yang terkesan biasa akan cenderung enak dipandang.
Menurut dia, di dunia fotografi tidak ada kata akhir. Hal ini karena dalam setiap foto ada kesulitan yang berbeda-beda.
Dengan seringnya praktik, maka mata akan terbiasa melihat objek-objek yang menarik yang bisanya orang biasa tidak sadari.
“Foto itu sederhanya. Bagaimana kita menangkap gambar agar bisa memiliki cerita di dalamnya. Dengan seringnya berlatih foto atau hunting foto, ini akan mudah disadari. Soalnya akan tahu keahlianya pada jenis fotografi apa,” ujarnya.
Jika sudah menemukan basic keahlian ini, fotografi akan lebih mudah. Selain itu, ditunjang dengan lensa yang memadai akan menghasilkan jepretan yang sesuai sesuai dengan yang diimajinasikan. (mg2/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila