BLITAR - Selain menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Binangun, Kecamatan Binangun, ada kesibukan lainnya dimiliki Kadi. Yaitu menjadi peternak ayam petelur sudah ditekuni sejak tahun 90-an silam.
Kadi mengaku, memulai bisnis ayam petelur setelah lulus dari bangku kuliah di salah satu universitas di Kota Malang.
"Awal merintis dulu 500 ekor ayam, saya telaten dan tekuni, sampai sekarang sudah berjumlah ribuan ekor," ungkapnya.
Pria yang menjabat sebagai kades sejak tahun 2019 tersebut mengaku, dalu salah seorang dosennya pernah berkata meskipun jurusan yang diambil bukan peternakan, tetapi tidak ada salahnya menjadi peternak, entah itu ayam, sapi dan sebagainya.
Dari situlah akhirnya terjun ke dunia peternakan meskipun secara otodidak. "Saya sama sekali tidak ada ilmu peternak, modal nekat dan belajar sendiri," terangnya.
Kadi menambahkan, tantangan selama beternak ayam petelur terjadi saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Lantaran penjualan sulit setelah ada aturan batasan keluar masuk wilayah. Diperparah harga telur anjlok, sehingga usahanya goyah.
Meski kondisi kurang menguntungkan, kesabaran dan ketelatenan tetap dipegang. Alhasil usahanya bisa lancar hingga sekarang.
Usaha yang dirintisnya puluhan tahun silam, kini sudah dipercayakan kepada sang anak. Sebab dia memiliki kesibukan untuk melayani warga desa.
"Saya harus memberi pelayanan secara prima bagi warga Desa Binangun. Saya ingin warga Binangun semakin makmur dan sejahtera," pungkasnya. (iyo/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila