Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sosok Jovanda Arviansyah, Guru Sekaligus Penari Tradisional Lokal Blitar, Bangga Perform di Luar Negeri  

Muhamad Ilham Baha’udin • Rabu, 12 Juni 2024 | 16:15 WIB

 

TANGKAS: Jovanda Arviansyah dalam pertunjukan tari yang digelar Jumat (17/5). 
TANGKAS: Jovanda Arviansyah dalam pertunjukan tari yang digelar Jumat (17/5). 

BLITAR - Siapa bilang tari tradisional semakin tenggelam di era modern ini. Justru, beberapa penari asal Blitar mampu unjuk diri di kancah internasional.

Seperti Jovanda Arviansyah, warga Kelurahan Srengat, Kecamatan Srengat, ini misalnya. Selain tampil di berbagai panggung, dia juga aktif menularkan ilmu kepada para pelajar di Blitar.

Teriknya matahari siang membuat kondisi gerah dan panas. Hal itu tak menyurutkan semangat Jovanda Arviansyah, salah satu pengajar di SDN 5 Kademangan, untuk berbagi ilmunya kepada para siswa.

Jovanda, sapaan akrabnya, adalah salah satu seniman tari lokal Blitar. Dia mengaku sejak kecil sudah tertarik dengan seni tradisional ini.

“Kata orang tua saya, dulu pas masih kecil itu suka joget kalau diputarkan lagu jaranan. Iya, sejak kecil sudah suka jaranan,” ungkapnya sembari terkekeh.

Selanjutnya, ketika duduk di bangku sekolah dasar, dia menjadi salah satu penampil tari ketika purnawiyata di sekolahnya.

Sejak 2016 silam, dia aktif menjadi salah satu penari di Pendapa Kabupaten Blitar. Selain itu, dia juga aktif di salah satu sanggar kesenian jaranan.

“Sebenarnya ada banyak momen tak terlupakan ketika aktif menjadi penari, salah satunya ketika menjadi salah satu penari di kancah internasional. Saat itu perform di Brunei Darussalam,” ceritanya.

Pria asal Kelurahan Srengat ini juag mengaku, seni tari tradisional di era modern masih terus digemari. Sebab memiliki nilai budaya dan sejarah yang kuat.

Selain itu, tarian tradisional tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan identitas nasional.

“Tarian tradisional tidak kalah menarik, baik dalam keunikan gerakan, keindahan kostum, musik. Dan yang paling menarik itu, setiap gerakan ada makna dan cerita yang tergandung didalamnya,” ucap pria 24 tahun tersebut.

Keunikan dan keindahan tarian tradisional inilah yang membuatnya terus populer, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan seni pertunjukan global yang tak lekang oleh waktu.

Di masa modern ini, masih banyak anak-anak muda yang bersemangat dalam melestarikan seni tari. Seperti yang dia lakukan, selain menjadi guru kelas, dia juga mengajarkan tari pada siswa-siswinya.

Selama mengajar ekstrakurikuler tari, dia berhasil mengantarkan anak didiknya ke ajang FL2SN tingkat SD dan berhasil menyabet juara 2 dan 3 tingkat kabupaten.

Selain itu, dia dipercaya menjadi salah satu wakil penari dari Kabupaten Blitar dalam ajang Festival Karya Tari Jawa Timur. 

“Semoga generasi muda semakin unggul dan memiliki semangat dalam memajukan budaya daerah, dengan landasan keimanan dan akhlak mulia. Apalagi dalam menyambut Indonesia Emas 2045, jangan sampai kehilangan identitas budaya,” pungkasnya. (*/c1/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#tari tradisional bali #seniman tari lokal Blitar #Kecamatan Srengat