Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tidak Hanya Modal Cantik, Model Pageant Asal Blitar Ini Buktikan dengan Banyak Keterampilan yang Dimiliki

Mohammad Syafi'uddin • Senin, 17 Juni 2024 | 16:09 WIB
ANGGUN: Silvia unjuk kebolehan saat menjadi model di salah satu kontes kecantikan.
ANGGUN: Silvia unjuk kebolehan saat menjadi model di salah satu kontes kecantikan.

BLITAR - Tidak hanya soal cantik. Bergerak di dunia modeling membutuhkan keterampilan tertentu.

Seperti public speaking, cat walk, make-up, hingga penguasaan mode busana yang ingin diangkat.

Hal ini menjadi dasar yang perlu dikuasai saat ingin terjun dalam dunia pageant.

MENEKUNI hobi sebagai model, khususnya pageant model (serupa dengan duta), ternyata tidak semudah yang dibayangkan. 

Bahkan tidak sekadar modal kecantikan, tapi perlu juga kemampuan yang harus dipelajari. Salah satunya penguasaan dalam public speaking.

“Dunia pageant itu tidak sekadar cantik. Kalau sekadar cantik, semua perempuan itu pasti bisa. Namun, harus ada ketulusan dalam hati untuk melakukan advokasi dan kegiatan sosial,” ujar Silvia Kusuma Dewi, top 5 dan best performance Miss Teenager Jawa Timur 2024. Konteks kecantikan itu, jelas Silvia, merupakan ajang unjuk kemampuan dalam berbagai hal.

Seperti cara melangkah di cat walk dengan berbagai pakaian, penyesuaian pakaian dengan make-up, penguasaan panggung, ekspresi wajah, dan pemilihan isu yang ingin diangkat.

“Selain itu, yang paling penting, teknik komunikasi di hadapan publik,” ungkapnya.

Penguasaan beberapa kemampuan itu karena memang dunia model membutuhkan profesionalitas.

Tak hanya mampu berkomunikasi dengan baik, tapi dalam berperilaku juga tidak boleh sembrono. Semuanya menjadi pertimbangan sehingga mampu menjadi contoh bagi orang lain.

Tugas pageant harus bisa menginspirasi anak muda lain. Selain itu, bisa menunjukkan kinerja dan harus mampu memulai segala sesuatu dari diri sendiri.

“Selain attitude, personality, kecantikan yang tertata (rapi dan cantik) itu juga penting. Soalnya orang lain melihat itu semua,” ujar perempuan 20 tahun ini.

Perjuangan Silvi tidak mudah untuk terjun dan menjadi seorang Pageant yang sesuai dengan hobinya ini. Dia pernah gagal hingga tujuh kali.

Kendati demikian, perempuan asal Sukorejo ini tidak pernah putus asa. Dia terus berjuang dan tekun berlatih hingga akhirnya mampu membuktikannya.

“Semua orang itu bisa menjadi apa yang diinginkan. Asalkan mau belajar, bekerja keras, berdoa, dan konsisten dalam berproses.

Selain itu, kukuh pada pendirian dan acuh pada cemooh orang lain. Itu menjadi kunci kesuksesan,” ujarnya.

Saat ini, kebanyakan model lebih suka tampil dengan make-up yang natural. Itu seperti Korean look ataupun Thailand look. Namun, penentuan make-up ini lebih sering menyesuaikan tema baju.

“Soalnya menyesuikan baju dan make-up itu penting agar bisa terlihat pantas di depan umum,” jelasnya. (mg2/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#public speaking #pageant #model #Modeling