BLITAR - BERAWAL 2023 lalu, ketika ada salah seorang pembeli yang menanyakan tentang selada.
Padahalnya, sebelumnya Kepala Desa (Kades) Krenceng, Kecamatan Nglegok, Amsori, hanya menekuni budidaya bawang merah dan cabai.
Berawal dari situlah awal mula Amsori, belajar dan mulai membudidayakan selada. Dia tak menyangka jika akhirnya budidaya selada bisa menjadi salah satu sumber pemasukannya.
Baca Juga: SK Perpanjangan Jabatan Kades di Kabupaten Blitar Turun Minggu Depan, Begini Mekanismenya
“Saya awalnya tidak menjual selada, hanya bawang merah hasil panen sendiri serta cabai. Namun, karena ada pembeli yang membutuhkan selada, mulai saat itu saya mencari referensi cara perawatan selada melalui internet,” ungkapnya.
Awalnya, Amsori hanya bermodalkan satu papan benih selada (100 biji) yang dia semaikan. Saat itu, dia membeli dari penjual benih sayuran di daerah sekitar.
Lalu seiring dengan berjalannya waktu, dengan bermodal ketekunan serta ketelatenan, selada yang dia tanam akhirnya bisa dipanen.
“Panen pertama kami konsumsi sendiri, masih belum saya pasarkan. Barulah pada panen kedua saya pasarkan ke konsumen,” tambahnya.
Baca Juga: Seniadi, Selain Emban Tugas Sebagai Kades Sumberasri Nglegok, Ternyata Telaten Rawat Kebun Nanas
Bukan tanpa alasan Amsori telaten merawat selada miliknya, karena selain masa panen yang singkat hanya sekitar 30 sampai dengan 45 hari, juga tidak terlalu banyak memakan tempat.
Dia awalnya hanya menanam di media galon bekas kemasan air mineral yang dibelah menjadi dua, dan hanya diletakkan di depan rumah.
Sangat simpel juga saat memulai usaha budidaya selada, hingga akhir berkembang seperti saat ini.
Kini, budidaya selada yang dijalaninya sudah semakin banyak. Untuk hasil panen, kini dia sudah memiliki pasarnya.
Selain dipasarkan ke warga sekitar, juga ada salah satu tempat makan di Blitar yang menjadi langganan pasokan selada hasil panennya, untuk memenuhi kebutuhan salah satu bahan masakan. (iyo/ynu)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila