Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Iseng Isi Waktu Luang, Warga Asal Blitar Ini Hasilkan Jutaan Rupiah, Kreatif Sulap Pipa Paralon Jadi Lampu Hias

Mohammad Syafi'uddin • Rabu, 26 Juni 2024 | 17:05 WIB

 

 

KREATIF: Bayhaqi menunjukan salah satu lampu malam dari paralon hasil buatannya.
KREATIF: Bayhaqi menunjukan salah satu lampu malam dari paralon hasil buatannya.

BLITAR - Bosan karena terlalu banyak waktu senggang. Justru menjadi hikmah tersendiri bagi Mohammad Bayhaqi.

Iseng-iseng memanfaatkan pipa paralon bekas menjadi lampu hias, ternyata buatannya justru menjadi jalan rezekinya mengalir. Kini lampu buatannya telah dikenal luas, dan berdampak pada semakin banyaknya pesanan.

Deru gerinda berputar terdengar kencang dari salah satu rumah di Kelurahan babadan, Kecamatan Wlingi. Seorang pemuda tampak serius memotong pipa paralon menjadi ukuran kecil. Dialah Mohammad Bayhaqi, perajin lampu hias dari bahan paralon.

Baihaqi menuturkan, bahwa kegiatan kreatif membuat lampu ini berawal pada saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, termasuk di Blitar. Saat itu, anjuran pemerintah untuk work from home membuatnya memiliki banyak waktu luang, dan itu membuatnya bosan.  

“Saya mulai itu di 2020, saat Covid-19 dan banyak waktu luang. Lalu saya melihat pipa paralon bekas. Dari situ saya mencoba memotongnya dan membuat kerajinan,” ujar pria 29 tahun ini.

Saat itu, dirinya hanya mampu untuk membuat tempat penyimpanan baut. Setelah mencoba beberapa cara, lalu terpikir untuk membuat lampu hias. Memang sudah banyak pelaku kreatif yang memanfaatkan pipa paralon.

“Saya cek di google, ternyata sudah banyak yang membuat lampu ini. Kemudian mulai saya pelajari berbagai motif dan modelnya,” ungkapnya.

Setelah belajar dan mulai mencoba mempraktekkannya. Ternyata cukup mudah, meskipun hasilnya masih kasar dan butuh polesan. Pertama kali praktik, dia membutuhkan waktu sekitar seminggu hingga dua minggu. Setelah itu, kemampuanya semakin meningkat hingga dalam sehari mampu membuat satu lampu.

“Saya membuat saat senggang, tergantung mood. Biasanya saat malam, bahkan pernah juga lembur karena butuh ketelitian. Paling lama itu membuat full surat yasin, itu sampai sebulan lamanya,” akunya.

Tidak hanya motif huruf Arab, ternyata dia juga sering membuat berbagai hiasan lampu dengan berbagai macam bentuk, ada yang gambar kupu-kupu, kaligrafi, hingga foto. Untuk foto sendiri teknik yang dituangkan berbeda dengan yang motif biasa.

Perbedaan ini terdapat pada cara membuatnya, untuk kaligrafi dan lukisan cenderung menggunakan teknik pelubangan, hingga terbentuk ukiran yang diinginkan. Sedangkan foto ada permainan tebal tipis untuk membentuk gradasi bayangan, agar foto terlihat mirip dengan aslinya.

“Kalau mintanya detail banget hingga kerutan di wajah terlihat. Itu malah lebih susah dan membutuhkan waktu yang lebih lama,” terang pria ramah ini.

Dalam membuat kerajinan, paralon yang digunakan bisa berbagai macam tergantung model yang diinginkan klien.

Dari pengalamanya, setiap paralon memiliki ciri khas berbeda, ada yang memiliki kelenturan, lebih tebal, bahkan ada yang berserabut. Namun, pemilihan paralon ini tergantung pada model dan motif pesanan dari klien.

“Untuk harga jual karya saya bervariasi. Harga satu buah lampu hias dibanderol mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta, tergantung durasi dan kesulitan yang dibutuhkan untuk membuatnya,” bebernya. (ady)

 

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kecamatan Wlingi #pipa paralon bekas #waktu senggang #lampu hias