Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Prinsip Kompol I Gede Suartika dalam Bertugas, Sekali Transaksional, Integritas Polri Tergadaikan

M. Subchan Abdullah • Senin, 1 Juli 2024 | 17:00 WIB

 

PRESISI: Seorang anggota polisi harus menjunjung tinggi integritas saat bertugas dan selalu mengayomi masyarakat.
PRESISI: Seorang anggota polisi harus menjunjung tinggi integritas saat bertugas dan selalu mengayomi masyarakat.

BLITAR - Satuan reserse (reserse) menjadi bidang terlama yang ditempati oleh Kompol I Gede Suartika. Dia menjadi penyidik sejak era mesin ketik dan belum pernah bertugas di tempat kelahirannya, Bali.

Menangani sejumlah kasus di wilayah hukum Jawa Timur (Jatim), di antaranya kebakaran Pasar Turi, kasus Salim-Kancil, hingga kasus penipuan Kanjeng Taat Pribadi.

Dia sudah hampir enam bulan menjadi Waka Polres Blitar Kota. Berdinas di Blitar merupakan pengalaman yang pertama kali. Selama ini, polisi 52 tahun ini banyak berkutat di wilayah Surabaya.

Ditugaskan di Jatim, khususnya Kota Blitar, tentu menjadi pengalaman berharga. Baginya, Jatim  merupakan daerah yang dihuni oleh orang-orang ramah.

"Contohnya, saya yang notabene nonmuslim, selama bertugas jadi kapolsek beberapa kali di Surabaya yang mayoritas banyak muslim, sambutannya luar biasa. Masyarakat sangat menerima. Tidak membedakan status agama," kenangnya.

Nah, dipindahtugaskan di Kota Blitar sebagai wakapolres tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Sebagai anggota Polri, dia harus siap dimutasi di mana pun, termasuk di Blitar.

"Saya akan melakukan tugas sebaik mungkin di mana pun ditempatkan," terang mantan Kasubdit 3 Diskrimum Polda Jatim ini.

Selama enam bulan bertugas di Kota Blitar, ada kesan tersendiri yang dirasakannya. Menurut dia, Bumi Bung Karno merupakan daerah yang relatif aman, nyaman, dan kondusif.

"Masyarakatnya masih kompak untuk diajak bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban," ujar bapak dua anak ini.

Maka itu, peran bhabinkamtibmas harus ditingkatkan. Anggota bhabinkamtibmas wajib turun dan berdiskusi dengan masyarakat.

"Karena itu, anggota bhabin ini saya tekankan untuk selalu turun di masyarakat. Menggali informasi dan menjalin komunikasi dengan baik," tuturnya.

Sebagai anggota yang lama berjibaku di satuan reserse, tak sedikit pengalaman suka dan duka. Mulai dari menangani kasus-kasus ringan hingga kasus besar sekalipun di Polda Jatim.

Yang terpenting, ketika bertugas selalu mengedapankan profesionalisme dan menjunjung tinggi integritas dan kejujuran.

Ada satu prinsip yang harus menjadi pegangan para anggota Polri yang bertugas di reserse. Yakni, pantang transaksional dalam menangani sebuah perkara hukum.

"Ingat, jangan sekali-sekali kamu transaksional. Jika kamu sudah transaksional, berarti integritasmu tergadaikan," tegasnya.

Jika seorang polisi sudah terlibat transaksional, baik terhadap terlapor, pelapor, bahkan tersangka, maka akan sulit untuk berpikir jernih. Secara tidak langsung tentu akan berdampak pada kehidupan. "Ya bisa-bisa hidup tidak tenang. Sulit tidur," katanya.

Apalagi, di era perkembangan informasi dan teknologi yang pesat saat ini, tindak dan tanduk polisi semakin terawasi. Baik oleh satu profesi dan pengamanan (propam), inspektur pengawasan daerah (irwasda), masyarakat, hingga media.

"Jika kita tidak pernah transaksional, mau sampai ke mana pun, kita pertanggungjawabkan. Yang bisa mengintervensi kita hanyalah fakta. Jika sudah transaksional, maka tidak netral," ujarnya.

Prinsip tersebut berusaha terus dia gaungkan kepada seluruh anggota Polri. Terutama anggota yang bertugas di satuan reserse. Dia tidak ingin integritas polisi tercemar oleh oknum.

Meski praktik tidak jujur itu dilakukan oleh satu atau dua oknum anggota kepolisian, tentu yang terdampak adalah institusi Polri. Nama baik Polri akan tercemar. Apalagi di era keterbukaan informasi kini.

Karena keteguhan dalam memegang prinsip tersebut, aku Gede, hingga kini dia belum pernah terkena hukuman disiplin. Meski pernah sering masuk pengaduan masyarakat (dumas) sampai diperiksa oleh komnas HAM, hal itu tak membuatnya getar.

"Bersyukur, sampai kini saya komitmen memegang prinsip tersebut," tandasnya. (sub/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#penyidik #reserse #Waka Polres Blitar Kota #Kota Blitar