Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

AKP Gawik Wahyuti, Polwan Sekaligus Kapolsek di Polres Blitar Kota, Sempat Kuliah Profesi Guru, Begini Awal Kariernya

Muhamad Ilham Baha’udin • Senin, 1 Juli 2024 | 17:30 WIB

 

PROFESIONAL: Kapolsek Udanawu AKP Gawik Wahyuti sudah 36 tahun menjadi seorang polisi.
PROFESIONAL: Kapolsek Udanawu AKP Gawik Wahyuti sudah 36 tahun menjadi seorang polisi.

BLITAR - Tak disangka informasi dari sang ibu merupakan awal karier dari Kapolsek Udanawu AKP Gawik Wahyudi menjadi seorang polisi wanita (polwan). Dia merupakan polwan satu-satunya yang jadi kapolsek di wilayah hukum Polres Blitar Kota. 

Kisah kehidupan Gawik Wahyuti tak bisa lepas dari doa sang ibu. Perempuan yang berprofesi sebagai polisi ini pada mulanya mengikuti arahan sang ibunda untuk menjadi guru.

“Jadi dulu lulus SMP, ibu mengarahkan saya menjadi guru. Lulus SMP itu langsung sekolah profesi guru (SPG), terus tahun 1987 baru masuk IKIP Kediri. Belum ada setahun kuliah, ibu memberikan informasi pendaftaran polwan, saya nyoba. Alhamdulillah, dalam satu kali daftar langsung lolos,” ungkapnya.

Usai setahun pendidikan Polwan di Ciputat, Jakarta Barat, dia mendapatkan dinas pertama di Polres Kediri.

Dia kini sudah 36 tahun menjadi polisi sehingga merasakan pindah dari polres ke polres. Termasuk Polres Kediri Kota, Polres Trenggalek, Polres Kediri Kabupaten, hingga Polres Blitar Kota.

“Terlama di Polres Kediri itu sejak tahun 1994 sampai 2023. Pindah dari polsek ke polsek. Ke Polsek Kras, Polsek Ngadiluwih, Polsek Kandat, terakhir Polsek Ringinrejo sebelum akhirnya ke Polres Blitar Kota jadi Kapolsek Udanawu,” jelas perempuan berhijab ini.

Setiap pindah tugas, dia menceritakan sering menjadi satu-satunya polwan yang ada di satuannya.

Lantaran saat itu di Karesidenan Kediri belum banyak perempuan yang berprofesi sepertinya. Saat itu, jumlah polwan sekitar 50 orang.

“Waktu dinas di Trenggalek dulu, saya satu-satunya polwan, di Polsek Kandat juga begitu. Saat ini pun kebetulan saya satu-satunya kapolsek perempuan di jajaran Polres Blitar Kota,” ungkap ibu tiga anak ini.

Salah satu pengalaman yang selalu diingat adalah saat dia bersama-sama memecahkan kasus penganiayaan dan pemerkosaan terhadap anak dengan kebutuhan khusus di Ngadiluwih. Saat itu, baik Polsek Ngadiluwih maupun Kras tidak memiliki polwan.

“Pukul 01.30, saya dihubungi, karena korban itu trauma kalau sama laki-laki. Jadi, saya mendampingi sampai anaknya mau memberikan keterangan. Dari keterangan korban, akhirnya kita bisa mengamankan pelaku,” jelasnya.

Meskipun gagal menjadi guru, perempuan asal Kediri ini mengaku selalu menyempatkan diri datang ke sekolah-sekolah di tempat dirinya bertugas.

Dia selalu menyempatkan memberikan ilmu yang didapatnya selama sekolah dengan harapan dapat memunculkan bibit-bibit baru polwan.

“Sekarang sering jadi pembina, narasumber, dan sosialisasi dari TK sampai SMA. Harapan saya, perempuan bisa menyamai laki-laki dalam pekerjaan, tapi jangan meninggalkan kodrat sebagai perempuan,” pungkasnya. (*/c1/din)

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#polwan #Polres Blitar Kota #guru