Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Perjalanan Karier Kapolres Blitar AKBP Wiwit Adi Satria, Tekankan Kerja Keras dan Kedisiplinan Jadi Kunci Utama

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 1 Juli 2024 | 19:30 WIB
PENATARAN TEGAS: Kapolres Blitar AKBP Wiwit Adisatria memberikan arahan kepada personelnya.
PENATARAN TEGAS: Kapolres Blitar AKBP Wiwit Adisatria memberikan arahan kepada personelnya.

BLITAR - Kapolres Blitar AKBP Wiwit Adisatria telah serius meraih cita-cita menjadi sosok pengabdi negara sejak SMA.

Dia memulai usahanya dengan masuk SMA Taruna dan lulus pada tahun 2000. Setelah itu, dia justru berniat untuk mendaftar sebagai anggota TNI Angkatan Laut (AL).

Bukan tanpa alasan Wiwit memilih TNI AL. Sebab, selama bersekolah di SMA Taruna Nusantara, Magelang, posisinya jauh dengan orang tuanya yang berada di Situbondo.

Pilihan untuk masuk akademi TNI AL di Surabaya dianggap lebih dekat dengan rumahnya. Namun ternyata akademi kepolisian (Akpol) membuka pendaftaran lebih dulu.

“Saya sempat bimbang karena Akpol buka pendaftaran lebih dulu. Akhirnya, saya telepon orang tua untuk meminta pendapat. Mereka bilang untuk mencoba saja.

Saya sempat pesimistis karena dari SMA Taruna angkatan sebelumnya hanya 8 anak diterima Akpol,” ujar Wiwit yang ditemui di kantornya beberapa hari lalu.

Di balik itu, terdapat doa orang tua yang mengantarkan Wiwit dapat diterima menjadi taruna Akpol.

Ayahnya memiliki nazar jika Wiwit dapat menjadi taruna dan menjalani pendidikan di Akpol akan berangkat haji.

Doa itu diwujudkan oleh Tuhan usai pengumuman dia diterima menjadi taruna.

Sang ayah langsung sujud syukur menerima kabar baik tentang anaknya yang diterima menjalani pendidikan polisi.

Kemudian, dia pergi ke bank dengan sepeda motor untuk membuka rekening haji. Dua tahun setelah itu, ayahnya berangkat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

“Hal itu menjadi kebanggaan saya bisa memberangkatkan haji orang tua. Meskipun bukan dari uang saya, melainkan dari saya masuk pendidikan di Akpol. Namun, ayah saya meninggal dunia pada 2006,” ungkapnya. 

Pria 43 tahun ini lulus Akpol pada 2003 dan melanjutkan pendidikan pada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) hingga selesai pada 2009.

Tidak hanya pendidikan polisi, Wiwit juga mengejar pendidikan umum hingga jenjang doktor yang baru diraihnya tahun ini di Universitas Airlangga.

Wiwit memiliki latar belakang jabatan sebagai polisi di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), sesuai jurusan yang diambilnya saat lulus S3 beberapa waktu lalu.

Terbukti dipercaya sebagai Kaurmin Bagmutjab Robinkar SSDM Polri 2016. Lalu, bergeser untuk dinas di Polda Kalimantan Timur dengan menjabat Kasubbag Renmin RO SDM Polda Kaltim 2018 dan Wakapolres Kutai Kartanegara pada 2018.

Usai kurang lebih dua tahun berdinas di Kalimantan Timur, Wiwit kembali ke Jawa Timur untuk menjabat sebagai Kasubdit Binpolmas Polda Jatim pada 2020 dan Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim tiga tahun lalu. Jabatan terakhir sebelum di Polres Blitar, Wiwit sempat memimpin Polres Mojokerto Kota.

“Selama 24 tahun menjadi polisi, banyak hal yang berkesan bagi saya. Salah satunya ketika menjadi Kapolsek Sedati Polres Sidoarjo pada 2013 lalu. Ada pengalaman yang tak terlupakan saat itu,” ungkapnya.

Waktu itu, Wiwit memperoleh kasus dugaan pengiriman narkoba lewat ekpedisi Surabaya. Ternyata barang tersebut sudah berada di luar pulau.

Dia bersama anggotanya pun putar balik ke mapolsek. Baru duduk sejenak di polsek, dia langsung mendapatkan laporan kasus pencurian pikap.

Dia langsung bertindak mengejar pelaku pencurian dan ditangkap di Pasar Betro, Sidoarjo.

Dari kejadian itu, pelaku sempat melewati beberapa polsek dan sempat ada anggapan masyarakat yang tidak percaya polisi untuk melaporkan sebuah kasus.

Namun, dia dapat membuktikan dengan menangkap pelaku pencurian pikap itu. Bahkan, dari hasil pengembangan, pelaku sudah belasan kali melakukan pencurian kendaraan.

“Dari peristiwa itu, saya mendapatkan pelajaran. Ketika melakukan suatu pekerjaan dengan tulus dan ikhlas, bisa saja tidak diberikan hasil yang diinginkan. Tapi, insya Allah, Tuhan memberikan jalan lain sebagai penggantinya,” tuturnya.

Wiwit sendiri sudah hampir 7 bulan menjabat sebagai Kapolres Blitar. Dia menganggap masyarakat di Kabupaten Blitar kondusif dan telah merasa nyaman tinggal di Bumi Penataran.

Dia melihat kerukunan antarmasyarakat. Tidak hanya itu, dia juga terbilang sukses memimpin keamanan dan ketertiban di Kabupaten Blitar.

Terbukti sudah ada beberapa kasus yang diungkapnya selama 2024 ini. Mulai dari  pengungkapan kasus ganja 13 kilo gram (Kg) hingga pencurian sapi saat ramadhan lalu.

Selain itu, dia memastikan pelaksanaan pemilu atau Operasi Mantap Brata (OMB) di Kabupaten Blitar berlangsung dengan sukses dan aman. (jar/c1/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#TNI Angkatan Laut #cita-cita #Kapolres Blitar #Kota Blitar