Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Semangat Sriami, Atlet NPCI Asal Blitar Torehkan Prestasi Membanggakan, Berlaga di Kompetisi Level ASEAN jadi Mimpinya

M. Subchan Abdullah • Rabu, 3 Juli 2024 | 17:16 WIB
PANTANG MENYERAH: Sriami berlatih lempar lembing untuk persiapan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Timur, beberapa  waktu lalu.
PANTANG MENYERAH: Sriami berlatih lempar lembing untuk persiapan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

BLITAR - Memiliki tubuh yang kurang sempurna tidak mematahkan semangat Sriami untuk menjemput prestasi di bidang olahraga.

Dengan kondisi fisik yang terbatas, dia mampu mengoleksi puluhan medali selama berkecimpung menjadi atlet paralimpik.

“Saya disabilitas sejak umur 5 tahun. Saat itu saya dibonceng kakak dengan sepeda onthel dan kaki dimasukkan bawah sadel. Lalu, kami terjatuh dari sepeda. Akibatnya, saya mengalami patah tulang dalam di kaki kanan,” kenang Sriami kepada Jawa Pos Radar Blitar, Selasa (2/7/2024).

Meski dengan kondisi fisik terbatas, dia masih bisa berkegiatan seperti bersepeda, dan mengendarai motor. Hanya, untuk berjalan tidak selayaknya orang normal. Namun, dia tidak patah semangat dan berusaha untuk mengejar cita-cita sebagai atlet paralimpik.

Sejak usia 15 tahun, dia sudah menggemari olahraga dan bergabung dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Blitar. Di PPDI tidak lama bergabung.

Selang beberapa tahun kemudian, dia bergabung dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Blitar pada 2017. Saat itu Sriami bergairah dengan olahraga karena diajak temannya untuk membuat prestasi.

”Olahraga sudah menjadi hobi saya. Selain menciptakan prestasi, saya bisa punya banyak teman sesama kaum disabilitas. Sehingga saya banyak bertukar cerita dengan teman, seperti melebihi saudara,” ungkap perempuan 47 tahun ini.

Kini , ibu 3 anak ini menjadi atlet pada cabor atletik khususnya cabor lempar lembing dan lempar cakram.

Selain atletik, dia juga pernah menjadi atlet renang dan voli. Namun memang dalam beberapa tahun terakhir ditunjuk untuk fokus pada atletik.

Hampir setiap hari dia berlatih di rumah. Khusus berlatih di Lapangan Garum. Latihannya seputar teknik memegang lembing hingga dapat tertancap jauh di tanah. Tidak hanya itu, dia juga berlatih memegang cakram yang beratnya 1 kilo gram (Kg).

Berkat latihan keras, Sriami berhasil meraih medali emas pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Timur perengahan Juni lalu. Medali itu diraih dari pada lempar cakram dan tolak peluru. Selain itu, dapat merebut medali perak pada olahraga lempar lembing.

“Beberapa medali saya simpan di rumah dan sebagian di kantor sekretariatan. Karena tidak cukup bila disimpan di rumah,” tuturnya.

Sriami masih memiliki cita-cita yang belum terwujud di bidang olahraga. Mimpinya adalah mengharumkan nama Indonesia dengan berlaga di luar negeri.

Maka dari itu, dia ingin terus berusaha menorehkan prestasi agar dapat dipanggil untuk masuk dalam NPCI pusat. Sehingga dapat mewakili Indonesia ikut berkompetisi di level Asean.

Semangat itu dia tunjukkan dengan tak pernah absen dalam kompetisi yang diikuti oleh NPCI Kabupaten Blitar. Menurutnya, bidang olahraga dapat mengangkat derajat setara dengan orang non disabilitas. Dapat menorehkan prestasi dan membanggakan keluarga dan Kabupaten Blitar.

”Saya ingin bisa menyanyikan lagu Indonesia raya di luar negeri dan membawa bendera merah putih mengelilingi lapangan negara orang. Semoga saja Tuhan mengabulkan. Biar Allah yang mengatur rezeki saya,” harapnya. (sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#paralimpik #prestasi #atlet #Kota Blitar