Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kecil-Kecil Cabai Rawit, Begini Geliat Komunitas Motor Mini Monkey Journey Blitar, Kerap Tour Antar-Provinsi

Muhamad Ilham Baha’udin • Selasa, 9 Juli 2024 | 23:25 WIB
TANGGUH: Benny Rudi Kurniawan bersama motor mini miliknya yang dinilai kuat terjun di berbagai medan
TANGGUH: Benny Rudi Kurniawan bersama motor mini miliknya yang dinilai kuat terjun di berbagai medan

BLITAR - Motor mini tampak berjejer di area Pasar Wage. Itu menyita perhatian masyarakat yang berkunjung di pasar tengah kota.

Seorang pria tampak berdiri di samping salah satu motor kecil dan antic tersebut. Dia adalah penggagas komunitas Monkey Journey Blitar, Benny Rudy Kurniawan.

“Saya sudah suka motor ini sejak usia 20-an, saya masih bujang. Memang tidak pernah open recruitmen anggota motor mini, mungkin karena sering digunakan di warung, akhirnya lambat laun banyak yang tertarik,” ucapnya membuka obrolan.

Seiring waktu, anggota komunitas semakin bertambah. Dalam jangka waktu tertentu, anggota komunitas melakukan kopi darat (kopdar) di berbagai wilayah Blitar.

Itu untuk menunjukkan eksistensi motor mini. Dengan cara menyita perhatian, komunitas ini semakin menambah relasi anggota.

“Bahkan, motor mini ini kerap untuk perjalanan jarak jauh luar kota maupun luar pulau. Setiap tahunnya kan ada agenda gathering mini di Jogjakarta. Akhir tahun kemarin juga pakai mini ke Lombok, kecil-kecil cabai rawit lah, soalnya tangguh dipakai di berbagai medan,” ujarnya sembari menyeruput es jeruk di hadapannya.

Menurut dia, Jogja dan Bandung merupakan kota yang menjadi kiblat pecinta motor mini. Lantaran, kedua kota tersebut merupakan sarangnya pecinta kendaraan-kendaraan klasik dan unik. Untuk mendapatkan kendaraan unik ini perlu merogoh kocek mulai dari Rp 10-30 juta.

Budget sebenarnya sesuai selera, jadi sebelum beli saya tanya dulu mau paket hemat, ngerakit sendiri, atau beli jadi. Kalau paket hemat itu dibawah Rp 10 juta juga sudah dapat, tapi untuk pemula, saya lebih rekomendasi beli jadi impor dengan surat-surat lengkap,” jelasnya.

Hal tersebut lantaran untuk kendaraan mini paket hemat dan merakit sendiri lebih banyak menggunakan part lokal. Sehingga, budget yang disiapkan bisa membengkak dan proses trial-error-nya perlu waktu lebih lama.

“Bisa setahun lebih kalau cek trial-error itu, kan harus menyesuaikan nyaman enggak buat jalan, buat belok gimana, suspensinya gimana, dan itu perlu waktu. Kalau beli jadi yang impor pabrikan itu sudah siap pakai,” beber bapak dua anak ini.

Dari berbagai macam model motor mini, dia menuturkan ada dua jenis yang populer di Indonesia. Yakni jenis monkey dan gorilla, jenis monkey memiliki model lebih kecil dibandingkan gorilla, sehingga kerap digunakan kaum hawa.

Baca Juga: Laju Realisasi PBB-P2 Lamban, 25 Persen Hingga Pertengahan Tahun, Bapenda Kabupaten Blitar: Yakin Bakal Capai Target

“Meskipun motor ini berukuran kecil, tapi saya tidak memberikan rekomendasi untuk anak-anak. Soalnya mesin yang digunakan rata-rata besar dari 110-150 cc, memang awalnya cuma pakai 50 cc, karena sejarahnya itu diperuntukkan untuk ibu-ibu berbelanja di pasar. Semakin kesini semakin berkembang,” pungkasnya. (*/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#motor #komunitas #mini #Kota Blitar