BLITAR - Hamdan Zulfikri Kurniawan dulu merupakan musisi aktif yang tampil di berbagai tempat dengan genre musik rock.
Dia yang berposisi lebih sering sebagai gitaris saat masih kuliah sudah mendirikan berbagai nama grup.
Termasuk Gagal Gimbal dan Dr. B. Hobi musik tidak hanya disalurkan dari grup band saja, tetapi juga dalam dunia drum band.
“Saat itu menggeluti dunia drum band berbarengan dengan status yang musisi aktif,” kata pria yang kini didapuk jadi Ketua Harian PDBI Kabupaten Blitar ini.
Dia mulai aktif melatih drum band pada tahun 1998. Unit pertama yang dilatihnya berada di Udanawu, atau yang sekarang bernama Gita Masama Band.
Tidak hanya itu, unit lain yang dilatihnya dari Kota Blitar sekarang bernama Marching Band Bumi Bung Karno (B2K) dan SMP 2 Wlingi.
“Pernah melatih di daerah Kalimantan juga,” ungkap Pak Wawa, sapaan akrabnya.
Meski sebagai PNS, langkahnya dalam mengurusi drum band tidak surut. Dia memiliki cara yakni dengan mencari partner melatih.
“Partner sangat penting. Karena jika dalam keadaan urgen, kita bisa mengandalkannya agar unit tetap terurus,” ujar pria kini menjabat Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blitar ini.
Dengan adanya partner, unit akan tetap terurus dan bisa membagi waktu antara pekerjaan yang menjadi prioritas dan hobi. Dengan begitu, keduanya akan bisa berjalan beriringan.
Berawal dari latar belakang tersebut dan memiliki keinginan menyatukan seluruh unit di Kabupaten Blitar, muncul pikiran untuk mendirikan satuan drum band di Kabupaten Blitar.
Ditambah atas dasar dorongan dari adiknya yaitu Fitria Yuni Setiawan dan melihat kemajuan cabor drum band di daerah lain, membuat mereka berkeinginan mendirikan cabor yang sama.
Dia saat itu ingin mendirikan sebuah unit yang bisa menjadi wadah bagi pemain drum band untuk dibina menjadi atlet. Terciptalah PDBI Kabupaten Blitar dengan mana satuan Blitar Putra Drumcorps.
“PDBI Kabupaten Blitar didirikan sebagai wadah para pemain drum band Kabupaten Blitar untuk dibina menjadi atlet, yang akhirnya bisa membawa prestasi Kabupaten Blitar baik di kancah lokal atau internasional,” ujarnya.
Uniknya, dalam proses perekrutan para pemain, PDBI Kabupaten Blitar tidak pandang bulu. Anak yang belum bisa bermain musik atau belum berpengalaman dalam drum band tetap bisa diterima.
Tujuan awal didirikannya satuan tersebut adalah untuk membina para pemain, baik pemula atau yang sudah berpengalaman, hingga menjadi atlet berkualitas.
“Kita menerima pemain baik itu nol (pemula) atau yang sudah bisa bermain musik. Semua kita tampung,” tandasnya.
Selain itu, cabor ini juga menciptakan bibit pelatih yang berkualitas. Lantaran kesuksesan dan prestasi suatu cabor tidak hanya melahirkan para atletnya, tapi juga membentuk calon pelatih.
“Tidak hanya membentuk pemain, tapi juga membentuk regenerasi pelatih. Misalkan saya sudah tidak mengurusi unit ini lagi, masih ada regenerasinya,” ujarnya.
Sebagai pegiat dan pendiri cabor drum band, dia berharap seluruh atlet drum band di Kabupaten Blitar baik di tingkatan SD/MI atau SMP/SMA bisa andil dalam mengangkat nama Kabupaten Blitar.
“Dengan berdirinya cabor PDBI ini menjadi wadah terakhir dalam menyalurkan hobi drum band, dan nantinya pemain yang sudah menjadi alumni di unit sekolahnya masing-masing bisa bergabung dan dibina,” ujarnya.
Kerja keras pengurus PDBI Kabupaten Blitar menghasilkan sejumlah prestasi yang bisa dipersembahkan.
Terbaru, mampu membawa unit Kabupaten Blitar menyabet juara 1 lomba baris berbaris, juara 2 lomba unjuk gelar, dan juara 1 street parade dalam event kejuaraan provinsi pada 28-30 Juni kemarin.
Selain itu, sudah tercatat menyumbangkan medali dan prestasi lainnya untuk Kabupaten Blitar. Di antaranya, porprov, kejuaraan tingkat provinsi, langgam di Bali secara virtual, dan GPMB di Jakarta secara virtual. (*/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila