Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Ari Prasetyo Sang Duta Wisata Kabupaten Blitar, Terus Jaga Hafalan Alquran Meski Sibuk Kuliah dan Banyak Aktivitas

Mohammad Syafi'uddin • Kamis, 18 Juli 2024 | 17:30 WIB
BERPRESTASI: Ari Prasetyo setiap hari selalu membaca Alquran. Hal ini sudah jadi kebiasaannya sejak SMP
BERPRESTASI: Ari Prasetyo setiap hari selalu membaca Alquran. Hal ini sudah jadi kebiasaannya sejak SMP

BLITAR - Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa di salah satu universitas di Surabaya, tidak menghambat Ari Prasetyo dalam menjaga hafalan Alquran.

Pemenang Gus di ajang Duta Wisata Gus Jeng Kabupaten Blitar angkatan 2023 ini sering kali meluangkan waktu untuk mengulang hafalannya.

“Selalu sempatkan waktu. Biasanya setelah Subuh dan setelah Magrib, saya upayakan untuk melalar (belajar secara kontinu, Red) ulang hafalan saya,” terangnya.

Dalam momen singkat tersebut, dia melakukan murajaah dan menambah hafalan Quran-nya.

Dia mengaku, jika sehari lupa atau terlalu sibuk dengan kegiatan rutinitas, terdapat perasaan kurang nyaman di hatinya. “Alhamdulillah, sesibuk apa pun, saya masih bisa menyempatkan waktu,” terangnya.

Kebiasaan tersebut tidak lepas dari pengalaman hidupnya saat duduk di bangku SMP IT Al-Hikmah, di Desa Bence, Kecamatan Garum. Di sanalah, dia digembleng dan dididik sedemikian rupa agar bisa hafal Alquran.

Dari sinilah awal mula kiprahnya muncul ke permukaan. Bermodalkan hafalan lima juz, Ari sudah berani mengikuti berbagai ajang lomba di tingkat SMP.

Bahkan, kemampuanya ini telah mengantarnya sebagai perwakilan Kabupaten Blitar dalam lomba tartil Quran.

“Syukur dalam kesempatan tersebut saya juara 1 MHQ kategori 5 juz tingkat Jawa Timur,” kenangnya.

Semangatya dalam menghafal Alquran tidak lepas dari kajian yang pernah diikuti. Dalam momen tersebut, dia mendengar bahwa penghafal Alquran bisa menyelamatkan 10 orang keluarga atau orang terdekat yang sudah divonis masuk neraka. Harapannya jelas, dengan kegiatan hafalannya ini bisa meringankan dosa orang terdekatnya.

Selain itu, keinginannya untuk menghafal Alquran juga didasari dukungan dari orang-orang terdekat. Termasuk guru atau ustad-ustadah yang selalu mendukung usahanya.

“Sekarang ini saya sudah semester akhir. Jadi, fokus skripsi dan riset di bidang nanoteknologi,” ujar pemeroleh beasiswa tahfiz Quran itu. (*/c1/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #hafalan alquran #mahasiswa