BLITAR - Semangat pantang menyerah dan terus belajar harus dimiliki oleh generasi muda masa kini.
Seperti dilakoni oleh Durrotul Rana Hanifah. Gadis asal Kecamatan Kras Kabupaten Kediri ini terus berjuang maksimal mengejar mimpi.
Kegagalan demi kegagalan dilalui di ajang pageant, hingga akhirnya menjadi finalis Putri Muslimah Jawa Timur 2024.
Hanifah-sapaan akrab Durrotul Rana Hanifah, memang telah menanamkan niat dan keseriusan dalam bidang modeling sejak kecil.
Kerap melihat acara putri Indonesia dan beberapa ajang peagent, serta indah dan modisnya pakaian para putri yang berlenggak-lenggok, membuatnya keinginan menjadi seorang model semakin berkobar.
“Saat di madrasah keinginan itu belum terlalu saya seriusi. Nah pas kuliah, passion dan bakat di dunia modeling makin terasah. Hingga sempat mendaftar sebagai duta kampus di UIN Tulungagung. Namun belum rejeki, dan akan mencoba lagi tahun depan,” tuturnya.
Perjuangannya untuk mengikuti ajang peagent ini tidak selesai di kampus. Pada Mei lalu, mencoba mengikuti salah satu ajang putri muslimah, dan berhasil menjadi finalis putri muslimah Jawa Timur. Tentu alasan mengikuti ajang itu untuk mengasah skill peagent.
Selain itu, ajang itu juga membawa sebuah target pribadi baginya, yakni harus bermanfaat untuk orang lain.
“Ajang putri muslimah ini punya tujuan yang sangat mulia. Yaitu ingin menjungjung tinggi harkat wanita muslimah, bahwa wanita berhijab bisa berkarya dan berkarir untuk meraih cita-cita,” ungkapnya.
Hanifah mengaku, sejak awal mengikuti ajang ini berbagai cemooh dan berbagai sikap sinis diterima.
Bahkan, hal itu sempat membuat rasa percaya dirinya turun. Namun dia tetap berjalan dengan kepala tegak.
Hal itu justru menjadi sebuah motivasi, bahwa semua orang bisa meraih cita-cita.
Dan pandangan negatif itu berubah sebagai pendorong untuk bangkit dan berhasil.
“Saya menampilkan keterampilan menari tradisional semi modern waktu itu. Namun, saya insyaallah memiliki beberapa talenta lain, yakni bisa penyiar berita. Pernah daftar di radio kampus tapi belum dapat rejeki. Jadi semester depan saya mencoba untuk ikut lagi,” terangnya.
Kini, dara 19 tahun ini sedang mengikuti kelas modeling dari Blitar Youth Festival, progam Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar.
Dia mengalahkan ratusan pendaftar, hingga masuk dalam 30 peserta yang lolos.
Progam itu tanpa ada pungutan biaya, sehingga tambah semangat untuk mendalami dunia peagent.
“Saat belajar pada kelas modelling BYF ini. Saya sempat ditawari untuk ikut menjadi duta pemuda, namun saya urungkan niat itu. Karena masih terikat kontrak dengan putri muslimah Jawa Timur,” pungkasnya. (jar/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila