BLITAR - DENGAN segudang aktivitas sebagai Kepala Desa (Kades) Ngeni, Kecamatan Wonotirto, ada cara tersendiri yang dilakukan oleh Iwan Haris Efendi, untuk mengisi waktu senggang. Kegiatan yang dia pilih adalah memancing.
Iwan mengaku, memancing merupakan hobi yang dia geluti sejak lama. Awalnya dia sering melihat sang ayah pergi memancing ke laut, hingga lama-kelamaan dia jadi ikut suka.
“Lebih tepatnya sejak saya duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD), saya mulai menggandrungi dunia memancing,” ucap pria yang juga menjadi ketua di salah satu komunitas memancing ini.
Biasanya, Iwan lebih cenderung memancing di laut, karena menurutnya selain bisa berinteraksi langsung dengan alam, juga melatih diri untuk sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dan juga menjaga agar ekosistem ikan tidak punah. Selain itu, juga melatih kesabaran dengan menunggu umpan disambar oleh ikan.
Dengan kesibukannya sebagai Kades Ngeni yang sangat padat, Iwan masih bisa menyempatkan diri untuk menyalurkan hobinya tersebut.
Dia mengaku, setiap akhir pekan dia pergi memancing ke pantai, baik itu di wilayah Kecamatan Wonotirto ataupun di luar kecamatan.
“Jika pas hari sibuk, saya hanya memancing di sungai kecil yang ada di Desa Ngeni, itupun hanya sekitar satu jam saja, yang penting bisa menyalurkan hobi,” tambahnya.
Sedangkan, untuk peralatan memancing, Iwan selalu menyesuaikan dengan target ikan yang akan diincar.
Sebab, menurutnya semakin besar ikan, misalnya di atas 5 kilogram yang menjadi target, otomatis ukuran pancing, senar dan lainnya juga menyesuaikan.
Untuk umpan, Iwan mengaku, setiap pemancing mempunyai selera tersendiri, namun dia sering menggunakan udang kecil dan ikan lemuru.
Alasannya, karena lebih sering memancing di laut dengan kemungkinan disambar ikan berukuran besar.
“Kalau memancing di sungai, saya biasa menggunakan umpan tahu goreng yang saya beli dari warung, lalu saya ambil bagian pinggirnya,” tambahnya.
Dan tak lupa, Iwan menyampaikan, pada masyarakat khususnya yang hobi memancing, untuk selalu menjaga lingkungan dan menjaga ekosistem yang ada di dalam laut.
Menurutnya, jangan memakai setrum, bom ikan, atau obat-obatan, meskipun dengan cara tersebut lebih cepat mendapatkan ikan.
“Namun, efeknya bisa berakibat fatal dalam jangka panjang, terutama bisa merusak ekosistem yang ada di laut,” pungkasnya. (apr/iyo/ynu)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila