BLITAR - Gagal dan kerap berganti keterampilan untuk ditampilkan sudah biasa dilakukan Dinar Syevilla Zanuar.
Warga Desa Dandong, Kecamatan Srengat ini memang pemuda multitalenta. Dia belajar silat, tahfidz, hingga peagent membuatnya semakin berkembang dan terasah.
Bakat tampil di atas panggung ternyata telah dimiliki oleh pemuda asal Desa Dandong ini. Tak heran, Dinar Syevilla Zanuar menyandang sebagai Gus Berbakat pada ajang Duta Wisata Kabupaten Blitar 2023 alias Gus Jeng.
Orang tuanya membekali keterampilan sejak dini, agar Dinar sapaan akrabnya dapat terarah dalam mengembangkan bakat dan tujuan hidupnya.
Buktinya, sejak duduk di sekolah dasar sudah diajarkan tentang hafalan Alquran dan pencak silat. Hasilnya, pencak silat sempat membawanya hingga kejuaraan di Sumenep pada 2017.
“Sayangnya ketika kejuaraan di Sumenep hanya bertahan di tahap awal. Setelah itu, saya masih latihan fisik untuk bertanding pencak silat di salah satu SMA di Kabupaten Blitar. Namun, gagal saat perebutan juara ketiga karena mengalami cedera di tengah pertandingan,” ujar Dinar.
Kejadian itu harus membuat Dinar beristirahat sepenuhnya di rumah untuk memulihkan kondisi.
Karena pertandingan itu, berdampak cedera pada bagian kaki yang cukup parah, sehingga membuatnya harus vakum dari dunia pencak silat. Bahkan hingga menginjak bangku SMP, Dinar masih belum tertarik pada olahraga maupun organisasi.
Dinar saat itu hanya fokus pada pendidikan akademis dan mengikuti ekstrakulikuler keagamaan yaitu qiroat.
Meskipun begitu, dia sesekali mencoba latihan pencak silat yang ringan dan tidak membuat cideranya kambuh. “Hingga kini saya masih merasakan trauma, usai cedera saat masih SD,” ceritanya.
Menginjak bangku SMA, mengawali perubahan Dinar untuk menekuni bakatnya yang baru. Dia menjadi siswa di SMA Negeri 1 Ponggok pada 2021, dan tertarik dengan public speaking serta organisasi. Ketertarikan pada dua keterampilan itu, terinspirasi dari kakaknya.
“Saya mengikut jejak kakak, untuk masuk dalam kepengurusan OSIS SMAN 1 Ponggok. Belajar organisasi dan berbicara di depan umum. Dari OSIS juga, saya juga mengenal dunia peagent yang menjadi tambahan keterampilan,” ungkapnya.
Semua keterampilan Dinar tentu mendapat dukungan dan restu orang tua. Dengan semangat dan kegigihan itu menjadikan seorang Dinar meraih prestasi dibidang akademik maupun non-akademik.
Dari pengurus OSIS, wakil adiwiyata, sempat menjadi ketua ekstrakurikuler jurnalistik hingga juara 1 Duta Sekolah.
Sebagai pemenang duta sekolah, Dinar kerap kali menerima undangan di ajang duta wisata, duta batik, dan duta lainnya.
Tentu membuatnya dapat bertemu dengan sosok hebat dan menginspirasinya di Kabupaten Blitar. Salah satunya bertemu dengan seorang mentor yang mengajaknya belajar dunia modelling dengan ikut masuk kelas pada Blitar Youth Festival (BYF).
“BYF menjadi tempat awal saya untuk mengasah diri di dunia modelling. Dari cara jalan, mengekspresikan diri, merawat diri dan mem-branding diri. Pada waktu yang sama, juga ada pembukaan Duta Wisata, Gus Jeng 2023. Saya harus membagi waktu untuk mengikuti keduanya,” tutur Dinar.
Laki-laki 18 tahun ini, sempat merasa khawatir dilarang oleh orang tuanya saat masuk dunia peagent. Karena orang tunya lebih mengutamakan sosok yang religious.
Apalagi dunia peagent diikuti laki-laki dan perempuan. Syukurnya, akhirnya mendapat dukungan orang tua, dan dapat membuktikan diri dengan ikut kelas di BYF dan meraih Gus Berbakat di Duta Wisata Kabupaten Blitar 2023.
Bukan perjalanan yang mudah dilewati Dinar untuk meraih Gus Berbakat itu. Menurut dia, but8uh keberanian dan niat yang tinggi menjadi kunci untuk meraih sukses.
Dari semua pengalamannya, Dinar bermimpi kedepan bisa mengikuti ajang peagent di tingkat Jawa Timur.
“Bahkan kegemaran saya pada dunia olahraga yang terkendala akhirnya muncul kembali. Saya sempat tertarik pada olahraga volly hingga menjuarai kompetisi di sekolah,” pungkasnya. (*/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila