Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sadar Potensi Lingkungan, Kades Suruhwadang Kecamatan Kademangan Ini Geluti Bisnis Telur Ayam

Agung Prasetiyo • Kamis, 15 Agustus 2024 | 22:00 WIB
KALEM: Kades Suruhwadang,  Kecamatan Kademangan, Lukito,  saat ditemui di kantornya.
KALEM: Kades Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Lukito, saat ditemui di kantornya.

BLITAR - Selain menjalankan amanah sebagai Kepala Desa (Kades) Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, ternyata ada kesibukan lain yang ditekuni oleh Lukito, yaitu dalam bidang perdagangan jual beli telur ayam horen.

Dia mengaku, memulai bisnis tersebut sejak 2004 lalu. Sudah sejak 20 tahun yang lalu, jauh sebelum menjadi Kades Suruhwadang, dia sudah menekuni usaha ini.

Lukito mengatakan, alasannya memilih usaha tersebut karena di daerah Suruhwadang menjadi salah satu sentra peternakan ayam petelur di Kabupaten Blitar.

Sadar akan potensi yang ada di sekitarnya, dia lalu mulai berkeliling ke rumah tetangga untuk membeli telur, lalu dikumpulkan.

Setelah dirasa cukup banyak, telur-telur itu lalu dia jual ke salah seorang pengepul yang ada di daerah Sanankulon. "Biasanya tiga kali dalam seminggu saya rutin menjual telur ke pengepul, berapapun jumlahnya," ungkapnya.

Dan untuk menyiasati agar semua pekerjaan bisa berjalan, pada sore hari setelah pulang dari kantor, Lukito istirahat sejenak lalu mulai berkeliling di lingkungan sekitarnya untuk membeli telur dari warga. Tak hanya itu, dia juga masih sempat mencari rumput untuk pakan ternak miliknya.

Menurut Lukito, jika dibandingkan sebelum adanya pandemi, penjualan telur ayam horen saat ini tidak seramai dahulu.

Hal itu, terjadi saat Indonesia terdampak pandemi, sehingga telur tidak bisa dikirim ke luar kota, karena kebijakan lock down.

Selain itu, harga telur terus merosot, ditambah harga pakan dan obat-obatan untuk ayam semakin melambung, yang mengakibatkan banyak peternak ayam petelur, khususnya di daerah Suruhwadang gulung tikar.

"Bisa dibilang perkembangan dunia peternakan ayam petelur, khususnya di wilayah Suruhwadang sangat menurun drastis,” jelasnya.

Kondisi itu, jika dipersentasekan, saat ini kurang dari 50 persen peternak yang masih bertahan, dan itupun jumlah ayam yang diternak dipangkas. Saat ini, dia setiap sekali kirim ke pengepul 20 -30 kilogram telur.

“Kalau dulu ketika masih banyak peternak, ya agak lumayan, namun berapa pun jumlahnya tetap saya syukuri," terang pria ramah ini.

Harapannya, agar geliat peternakan ayam petelur di Kabupaten Blitar, khususnya di Desa Suruhwadang, bisa bangkit kembali, peternak yang dulu mengalami kebangkrutan bisa memulai usahanya kembali.

"Semoga harga telur bisa stabil, harga pakan murah, karena dengan anjloknya harga telur, sangat mempengaruhi perputaran ekonomi, khususnya di wilayah Suruhwadang," pungkasnya. (apr/iyo/ynu)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #bisnis #telur ayam