BLITAR - Bagi seorang perempuan, mungkin tidak mudah memiliki hobi naik gunung. Namun, buat Safa Nur Salsabila, warga Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, mendaki gunung adalah kegiatan yang biasa dilakukan. Tetapi, dia harus berprestasi di sekolah agar bisa menunaikan hobinya tersebut.
Salah satu rumah di perumahan Puri Kenari Asri tampak lengang ketika Koran ini berkunjung. Tak lama kemudian, sesosok remaja perempuan dengan senyum ceria membukakan pintu. Iya, dia adalah penghobi kegiatan outdoor, Safa Nur Salsabila.
“Jadi untuk bisa mendaki gunung itu saya harus berprestasi dengan baik di sekolah, alhamdulillah langganan juara pertama. Sebenarnya, hobi mendaki gunung ini saya tiru dari ayah saya yang sudah malang-melintang menelusuri berbagai gunung,” ungkapnya.
Pendakian pertamanya adalah Gunung Kelud ketika libur semester kelas empat SD. Hingga kini, sudah empat gunung yang telah ditaklukkan. Yakni, Gunung Kelud, Gunung Merbabu, Gunung Argopuro, dan terbaru Gunung Rinjani Lombok, pada Juli lalu.
“Targetnya tahun depan ke Gunung Semeru kalau sudah dibuka lagi ya. Menurut saya, ada banyak ilmu yang bisa diambil selama mendaki gunung, mulai dari cara bertahan hidup, hingga bertemu satwa-satwa liar. Meskipun diperjalanan capek, tapi terbayarkan dengan keindahan yang ditawarkan ketika sampai puncak,” bebernya.
Akan tetapi, selama pendakian tak selalu berjalan mulus. Dia menceritakan sempat drop ketika mendaki Gunung Rinjani.
Pasalnya, saat itu kondisi tubuhnya sedang kurang sehat, bahkan carier yang digendongnya terpaksa dititipkan pada porter.
“Untungnya, ayah saya terus memberikan dukungan sehingga bisa mencapai puncak. Bagi saya, itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Dengan begitu, mendaki gunung adalah salah satu cara untuk mendekatkan emosional antara orang tua dan anak,” terangnya.
Selain itu, dari hobinya ini Safa-sapaan akrabnya, bisa menambah teman dari penjuru Nusantara hingga mancanegara. Pasalnya, banyak turis-turis seusianya yang memiliki hobi serupa. Dari situ, dia bisa akrab hingga mencapai puncak bersama-sama.
“Sekarang mulai nyoba untuk jadi content creator, ini mulai sedikit-sedikit di Instagram dan TikTok. Kedepan, targetnya ya jadi vlogger di YouTube. Rasanya sayang kalau hanya berkisah tanpa ada cerita lewat audio visual,” jelas siswi tahun kedua SMP 1 Blitar ini.
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, dia juga berprestasi di bidang non-akademik yakni karate. Bahkan, dari karate dia mendapatkan peluang masuk SMP lewat jalur prestasi.
Beberapa capaian yang diperolehnya antara lain, Juara 2 Festival Internasional di Surabaya tahun 2022 dan Juara Kedua di Universitas Malang.
“Pengen-nya nanti kalau sudah kuliah juga ikut Mahaspala supaya bisa menyalurkan hobi. Kalau punya teman-teman yang satu frekuensi kan bisa saling mendukung,” pungkasnya (*/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila