Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sertu Intan Margareta, MC Upacara HUT 17 Agustus di IKN Asal Blitar: Sempat Merasa Grogi saat Awal Latihan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 16:59 WIB
BERI TERBAIK: Sertu Intan Margareta berpose setelah berlatih di IKN beberapa waktu lalu
BERI TERBAIK: Sertu Intan Margareta berpose setelah berlatih di IKN beberapa waktu lalu

BLITAR - Di balik upacara 17 Agustus di Ibu Kota Nusantara (IKN) beberapa waktu lalu, terdapat suara merdu warga Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, yang ikut andil dalam acara megah itu.

Anggota TNI Angkatan Udara (AU) ini melewati proses seleksi panjang hingga menjadi pembawa acara atau master of ceremony (MC) upacara kenegaraan ini.

Bakatnya memandu acara memang tidak diragukan lagi karena memang sudah dipupuk sejak bangku sekolah.

Dia adalah Intan Margareta, 25, yang kini menjadi Bintara Psikologi, Subsipsi Sibinpers Dispers Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Menjadi permbawa acara di upacara 17 Agustus di IKN, menjadi pengalaman pertama dan bakal tak terlupakan dalam hidupnya.

“Petugas upacara ini semua dari TNI/POLRI. Semuanya tentu melalui seleksi. Saya mengikuti seleksi sejak Maret di markas besar (mabes) TNI AU dan lolos. 

Saya ikut seleksi ini karena memang diminta dari instansi, dan ada surat telegram untuk mengikuti seleksi,” ujar Intan, sapaan akrabnya.

Usai lolos seleksi tahap pertama, dia mengikuti tes lagi di mabes TNI bersama calon pembawa acara lain dari angkatan lain dan kepolisian.

Dari seleksi itu, terpilih dua pembawa acara terbaik dan Intan termasuk di dalamnya. Dari itu, dia resmi menjadi pembawa acara upacara 17 Agustus kenegaraan.

Mulai latihan sejak 31 Juli di Cibubur bersama anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paski-braka).

Meskipun begitu, dia sempat merasa khawatir karena ada pengurangan petugas pembawa acara atau MC.

Karena ternyata ada pembagian petugas upacara 17 Agustus di IKN dan Istana Merdeka, Jakarta. Yang awalnya delapan petugas MC, dikurangi dua orang untuk ditugaskan di Jakarta.

“Saya berangkat ke IKN pada 10 Agustus dan mulai latihan keesokan harinya, selama lima hari. Saat gladi bersih menjadi penentuan, karena ada petugas upacara yang ditugaskan untuk penaikan dan penurunan bendera. Syukurnya, saya terpilih untuk upacara penaikan bendera, bersama MC dari AL dan AU,” ungkapnya.

Menjadi MC upacara ini pengalaman pertama bagi Intan. Selain nada suaranya tegas, juga dituntut halus.

Karena selain membawakan acara upacara, setelahnya ada hiburan. Maka dari itu, pengalaman di IKN membuat Intan banyak belajar.

Intan juga membagikan hal yang berkesan saat baru pertama kali menginjak kaki di IKN.

Dia sempat mengira mendapatkan fasilitas terbatas karena di IKN masih proses pembangunan.

Namun, setelah tiba di IKN, ternyata tidak sesuai perkiraan sebelumnya karena justru mendapatkan fasilitas yang lengkap.

“Saya awal-awal sempat grogi. Namun, saya berusaha untuk dapat menampilkan yang terbaik karena banyak dinamika di lapangan. Apalagi saat upacara, rangkaian acaranya cukup panjang. Meskipun grogi, saya bisa menikmati dan lega setelah melaluinya,” tuturnya.

Perempuan berpangkat sertu ini memang sudah berpengalaman sebagai MC sejak sekolah dan ditugaskan memandu acara-acara yang digelar oleh TNI AU. 

Bahkan, saat di asrama TNI, dia juga dikelompokkan dengan anggota-anggota yang memiliki bakat MC dan lainnya. 

Menariknya, dia juga ditugaskan sebagai pramugari di pesawat kepresidenan dan TNI AU. Selain itu, dia sering menjadi MC acara TNI AU yang dihadiri oleh presiden.

Karena itu, dia tidak sulit untuk beradaptasi dengan acara-acara kenegaraaan.

Dia mengakui bahwa pengalaman MC ini setelah dirinya menjadi paskibra di SMAN 1 Blitar beberapa tahun lalu.

Tidak hanya itu, pengalamannya juga tumbuh dari ajang Duta Wisata Kota Blitar, yakni Kangmas Diajeng Kota Blitar.

Untuk MC kenegaraan ini, jelas Intan, terikat kontrak selama setahun. Dengan begitu, nantinya masih bisa memandu beberapa acara kenegaraan sehingga dia terus berlomba untuk bisa menjadi pilihan utama. 

“Selama saya bisa menyumbangkan bakat, tenaga, dan pikiran saya untuk negara, saya berusaha menampilkan yang terbaik,” pungkasnya.(jar/c1/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#upacara 17 agustus #Kecamatan Srengat #IKN