Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Adma Novita Sari, Anak Muda Blitar Multitalenta, Terpacu Dalami Public Speaking-Digital Marketing

Muhamad Ilham Baha’udin • Minggu, 25 Agustus 2024 | 15:05 WIB

MULTI-TALENTA: Adma Novita Sari giat mempelajari hal-hal baru mulai dari pageant, public speaking, hingga digital marketing.
MULTI-TALENTA: Adma Novita Sari giat mempelajari hal-hal baru mulai dari pageant, public speaking, hingga digital marketing.

BLITAR - Dunia public speaking punya daya tarik tersendiri bagi Adma Novita Sari. Gadis asal Desa Wonorejo, Kecamatan Srengat, itu banyak belajar tentang berbicara di depan umum atau cara berkomunikasi yang baik dan benar.

Dari mendalami ilmu itu, mengantarnya menjadi salah satu mahasiswa yang berkesempatan belajar budaya di  Thailand.

SEJAK duduk di bangku SMA, Adma sudah aktif terjun dalam kegiatan public speaking. Dia menargetkan dalam sebulan setidaknya harus mengikuti perlombaan mulai dari pidato, MC, presenter, penyiar, dan MSQ.

Baca Juga: Sertu Intan Margareta, MC Upacara HUT 17 Agustus di IKN Asal Blitar: Sempat Merasa Grogi saat Awal Latihan

Melalui hal itu, dia mengembangkan hobi dan passion yang dirasa menyenangkan karena bisa mendapatkan penghasilan sampingan.

Meski begitu, dunia public speaking tak selalu berjalan mulus baginya. Pasalnya, pada sesi tanya jawab pemilihan Duta Genre Kabupaten Blitar pada 2021, dia sempat grogi sehingga tidak bisa menjawab pertanyaan. Tak pelak, langkahnya harus terhenti sebagai finalis Duta Genre.

“Jadi awal belajar public speaking masih gampang grogi ya, karena waktu SMP-SMA itu lumayan pendiam, dan tertantang untuk keluar dari zona nyaman. Waktu pemilihan Duta Genre yang merupakan ajang pertama saya di dunia pageant, saya merasa public speaking saya hancur banget,” ungkap gadis kelahiran 2002 itu.

Baca Juga: Mengenal Dimas Bagus Pratama, Warga Blitar Sekaligus Co-Founder Tani Remen Budoyo, Begini Ceritanya Hingga Pilih Kerja Kelola Sampah Pasar

Dari situ, dia menambah jam terbang dengan mengikuti beberapa ajang pageant. Di antaranya, menjadi Finalis Duta Bahasa Jawa Timur 2022 dan Juara Pertama Duta Fakultas Sains dan Teknologi di kampusnya.

“Kalau berbicara public speaking, menurut saya tidak cukup hanya ikut kelas dan melihat orang yang pandai berbicara. Harus dengan mencoba membuktikan langsung dan menambah jam terbang agar semakin lihai,” ujarnya.

Pada 2023, bersamaan dengan ajang pemilihan duta fakultas, dia lolos seleksi pertukaran pelajar di Mahidol University, Thailand.

Melalui program itu, dia mendapatkan banyak ilmu baru tentang kultur budaya yang ada di Negeri Gajah Putih.

Selain itu, berbekal public speaking-nya, dia menambah keilmuan melalui diskusi suistainable development program.

“Jadi setelah di Thailand dapat kesempatan jalan-jalan di Singapura dan Malaysia. Sekarang memang sudah tidak terlalu aktif di pageant, karena aktif freelance presenter dan voice over di Aula TV NU Surabaya,” jelas mahasiswi semester akhir pada salah satu kampus negeri di Surabaya itu.

Selain itu, beberapa bulan yang lalu, dia mengantongi sertifikat digital marketing berskala nasional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Menurutnya, digital marketing merupakan salah satu dari tiga komponen penting di era digitalisasi saat ini.

“Menurut riset, selain data analis dan public speaking, digital marketing merupakan salah satu bidang yang diperlukan saat ini. Selain itu, kalau jadi public speaker kan juga perlu brandingdiri. Nah, untuk branding ini salah satu dari komponen digital marketing,” bebernya. (ham/c1/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#public speaking #mahasiswa #Kecamatan Srengat