Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Diajeng Shabilla Freyanissa Ariandi, Gadis Blitar Ini Asah Komunikasi dan Serap Ilmu di Ajang Pageant

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 17:59 WIB
BERBAKAT: Diajeng Shabilla Freyanissa Ariandi usai ikuti salah satu ajang pageant.
BERBAKAT: Diajeng Shabilla Freyanissa Ariandi usai ikuti salah satu ajang pageant.

BLITAR - Ungkapan haus ilmu dan wawasan cocok diberikan kepada gadis warga Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, ini.

Sebab, dia memiliki hobi mengikuti ajang pageant bertajuk duta tingkat kota hingga provinsi. Ada lima kontes yang telah diikuti Diajeng Shabilla Freyanissa Ariandi.

Aya, sapaan akrabnya, telah mengikuti beberapa ajang pageant sejak 4 tahun terakhir. Di antaranya, Miss Beauty Jawa Timur, Duta Hijab Radar Malang, Kangmas Diajeng (Duta Wisata Kota Blitar), Duta Antinarkoba Kota Malang, dan Duta Keterbukaan Informasi Publik (KIP). 

“Saya ikut ajang pageant sejak akhir 2021, ketika masih mahasiswa baru. Saat itu ada teman yang menawarkan untuk ikut Miss Beauty Jawa Timur. Dari itu, saya kecanduan dengan pageant ini,” ujarnya.

Dia menuturkan bahwa dengan mengikuti ajang pageant dapat banyak belajar. Melalui proses karantina dalam ajang itu, dia bisa belajar public speaking hingga make-up. 

Apalagi, Aya sebelumnya memang kurang memiliki keterampilan komunikasi dan tata rias.

Dampak paling terasa dengan mengikut pageant yakni keahlian komunikasinya lebih tertata. Karena mendapatkan pelatihan dan sering berbicara dengan tampil di depan umum, membuatnya lebih percaya diri dan tidak gugup.

Bahkan, dia mengaku dulu sempat susah dan bingung berbicara di depan umum. Namun, kini keahlian komunikasinya sudah meningkat dan jam terbangnya tinggi.

“Saya mengikuti ajang pageant yang berbeda-beda ini karena ingin tahu keilmuan di berbagai bidang. Saat di Miss Beauty diajarkan terkait kecantikan, Kangmas Diajeng terkait wisata, duta hijab banyak belajar jurnalistik di Radar Malang, dan mempelajari hukum dan narkoba saat menjadi duta antinarkoba,” ungkapnya.

Terakhir, dia mengikuti dan menjadi pemenang dalam duta KIP yang dianggapnya paling berkesan.

Sebab, ajang itu sudah diikutinya sejak di perkuliahan yakni di Universitas Brawijaya (UB) dan digagas oleh dosen. Ada perbedaan tersendiri dibandingkan dengan ajang lainnya. 

Dalam duta KIP ini, jelas Aya, laki-laki dan perempuan berkompetisi dengan seimbang. Karena dalam ajang ini tidak ada pasang-pasangan seperti duta yang lain.

Usai Aya menjuarai duta KIP di kampusnya, dia mewakili tingkat provinsi yang sama-sama masih pertama diadakan. Hasilnya, Aya juga berhasil keluar sebagai juara I. 

Namun, untuk sementara ini, Aya tidak ada rencana lagi untuk mengikuti ajang pageant karena sudah menginjak semester 7. Maka dari itu, Aya akan fokus mengerjakan skripsi.

“Saya ingin membangun bisnis event organizer (EO), yang ilmunya sudah dipelajari dari mengikuti ajang pageant. Terpenting bisa bermanfaat untuk orang lain,” pungkasnya. (jar/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kecamatan Sanankulon #kontes #pageant #hobi