BLITAR - Latar belakang menjadi guru membuat perempuan asal Desa/Kecamatan Doko ini ingin mengembangkan pendidikan di Kabupaten Blitar.
Dia adalah Rachma Agustina Wulandari yang Agustus lalu terpilih menjadi pemenang Duta Pemuda dan menjadi bagian dari Duta Pendidikan.
Rachma, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa alasan tertarik mengikuti Duta Pemuda karena ada ketertarikan untuk memajukan Kabupaten Blitar.
Terutama pada sektor pendidikan. Maka, dia ingin mengetahui dan mengembangkan pendidikan dengan mengikuti Duta Pemuda ini.
“Target saya yang awalnya Duta Pemuda bagian pendidikan, alhamdulillah dianugerahi menjadi winner Duta Pemuda. Sebelum ini, saya juga menjadi bagian Duta Pendidikan. Maka mengincar Duta Pemuda bagian pendidikan,” ujar Rachma, kemarin (20/9).
Dia peduli dengan pendidikan di Kabupaten Blitar karena memiliki pengalaman ketika mengikuti program kampus mengajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Saat itu, dia ditempatkan mengajar pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dari hal itu, dia yang lulusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) tergerak mengembangkan pendidikan dan ingin menerapkan metode kampus mengajar di Kabupaten Blitar.
Dia akan memodifikasi metode kampus mengajar untuk dapat mengatasi permasalah pendidikan di Bumi Penataran.
“Ada dua progam yang saya bawa pada Duta Pemuda ini. Yakni, sekolah inklusi dan menekan angka anak tidak sekolah (ATS). Duta Pemuda akan bekerja sama dengan dispendik untuk mengembalikan anak-anak putus sekolah bisa belajar di dalam kelas lagi,” ungkapnya.
Program pendidikan inklusi ternyata tidak hanya diterapkan pada sekolah kecil. Sebab, pada sekolah besar juga ada anak yang tidak bisa baca, berhitung, dan ketertinggalan pelajaran.
Maka dari itu, Rachma dengan Paguyuan Duta Pemuda itu akan memodifikasi yang diterapkan kampus mengajar untuk memberikan kesadaran pendidikan kepada masyarakat dan juga orang tua. Mereka akan menerapkan pendidikan inklusi pada sekolah besar.
Perempuan 24 tahun ini mengaku selama proses seleksi Duta Pemuda mendapatkan pengalaman dengan dibekali public speaking dan materi pemerintahan.
Dengan begitu, dia dapat tahu program pembangunan Kabupaten Blitar sehingga nantinya dapat berkolaborasi untuk bisa berperan pada tiap organisasi pemerintah daerah (OPD).
“Dari Duta Pemuda ini, saya juga belajar untuk dapat menjawab pertanyaan juri yang tepat dan bisa didengar. Tentu saya pelajari, karena materi yang dibicarakan terkait sektor-sektor di Duta Pemuda. Di antaranya, antinarkoba, peran pemuda bagi kesehatan, dan kontribusi ketika menjabat sebagai Duta Pemuda,” pungkasnya. (jar/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila